Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ekspor Sulteng Tumbuh Lebih 70 Persen

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi kegiatan ekspor. (@bmzIMAGES)

PALU – Kinerja ekspor Sulteng menunjukan trend positif. Tahun ini (Januari-April) dibanding tahun lalu tumbuh lebih dari 70 persen. BPS mencatat, Nilai ekspor Sulteng selama April 2017 senilai US$ 161,64 juta atau turun US$ 46,74 juta (22,43 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.

Tapi secara akumulasi, periode Januari-April 2017, total nilai ekspor Sulteng tercatat US$ 646,29 juta. Meningkat US$ 267,92 juta. “Periode Januari-April tahun 2017 ini dibanding periode yang sama tahun lalu ekspor Sulteng tumbuh 70,81 persen,” jelas Wahyu Yulianto, Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, pekan lalu (2/6).

Periode Januari-April 2016, total nilai ekspor Sulteng tercatat hanya sebesar US$ 378,37 juta. Dari total ekspor Sulteng periode Januari-April 2017, di ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Sulteng senilai US$ 637,04 juta. Dan sisanya senilai US$ 9,25 juta di ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di provinsi lain.

Dari sisi komoditas, selama ini ekspor Sulteng didominasi oleh dua kelompok komoditas

utama, kelompok komoditas bahan bakar mineral  serta besi dan baja.  Selama April 2017, nilai ekspor kelompok komoditas bahan bakar mineral mencapai US$ 85,61 juta atau 52,96 persen

dari total ekspor.

“Dan nilai ekspor besi dan baja mencapai US$ 71,74 juta atau 44,38 persen dari total nilai ekspor Sulteng pada Bulan April 2017,” sebutnya.

Selanjutnya, ekspor kelompok komoditi lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 0,86 juta atau 0,53 persen. Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah US$ 0,80 juta.

Selama Januari-April 2017, kelompok bahan bakar mineral masih tetap mendominasi pangsa ekspor Sulteng. Nilainya mencapai US$ 331,51 juta atau 51,29 persen dari total ekspor. Disusul besi dan baja  senilai US$ 296,73 juta atau 45,91 persen. serta lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 7,33 juta atau 1,1 3 persen.

“Nilai ekspor kelompok komoditas lainnya masing-masing di bawah US$ 3,00 juta,” sebutnya.

Selama ini Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan tercatat sebagai negara tujuan ekspor utama Sulteng. Periode Januari-April 2017 pun demikian. Pada periode tersebut ekspor terbesar ditujukan ke Tiongkok, nilainya mencapai US$ 298,57 juta.

Diikuti Jepang, nilai ekspornya mencapai US$ 233,76 juta, Korea Selatan senilai US$ 63,49 juta,

Singapura senilai US$ 36,35 juta, dan Malaysia senilai US$ 6,49 juta. (ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.