Eksepsi Terdakwa Kasus Malapraktik Ditolak

- Periklanan -

PALU –  Permohonan eksepsi atau nota keberatan terhadap surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang dimohonkan penasehat hukum (PH) terdakwa dokter Heryani Parewasi dinyatakan ditolak, dalam sidang dengan agenda putusan selah, Rabu (10/1).

Terdakwa Heryani Parewasi merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RSU Anutapura Palu. Dia dipesakitan karena dugaan malapraktik yang mengakibatkan meninggalnya seorang pasien ibu hamil Nurindah Restuwati.

Dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, terdakwa bersama kuasa hukumnya mengajukan eksepsi terhadap surat dakwaan JPU yang dibacakan pada 20 Desember 2017 lalu. Kemarin, ketua Majelis Hakim H Aisa H Mahmud SH MH, telah membacakan putusan selah yang pada intinya menolak eksepsi yang diajukan terdakwa.

Sidang pembacaan putusan selah hari itu turut dihadiri suami serta rekan-rekan dokter dari terdakwa. Dalam amar putusan selah, hakim ketua Aisa menyatakan bahwa alasan-alasan keberatan dalam eksepsi terdakwa haruslah ditolak, karena telah masuk dalam pokok perkara, yang pembuktiannya harus dilakukan dalam pemeriksaan pokok perkara di dalam persidangan.

“Menyatakan menolak eksepsi dari terdakwa. Memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan pokok perkara,” kata Aisa membacakan amar putusan selahnya.

Karena akhirnya menolak hakim ketua Aisa selanjutnya menetapkan jadwal sidang lanjutan untuk tahap pembuktian dengan agenda pemeriksaan saksi, Rabu (17/1) pekan mendatang.

- Periklanan -

Aisa juga memerintahkan agar JPU memanggil dan menghadirkan saksi-saksi pada sidang lanjutan tersebut. “Pak jaksa sidang kita lanjutkan pemeriksaan saksi, rencana saksi akan dihadirkan berapa,” tanya ketua majelis hakim tersebut kepada JPU.

Selain memerintahkan JPU untuk melanjutkan pemeriksaan perkara dan menghadirkan saksi-saksi, dia juga megingatkan ke PH dan terdakwa sendiri agar hadir di persidangan tepat waktu.

“Jangan ada alasan sidang di tempat lain, karena penasehat hukum lebih dari satu. Kalau yang satu sidang di pengadilan yang lain kan ada PH yang lain,” tegas Aisa.

Menjawab pertanyaan majelis hakim,  JPU Burhan SH menyatakan bahwa rencananya akan menghadirkan tiga orang saksi dalam sidang pekan selanjutnya. Dia menyebutkan total saksi dalam perkara ini lebih dari 10 orang saksi. “Rencananya tiga orang saksi yang mulia,” tandas Burhan.

Diberitakan sebelumnya, bahwa terdakwa Heryani Parewasi diduga melakukan malapraktik terhadap pasien ibu melahirkan yakni Nurindah Restuwati. Peristiwa malapraktik itu terjadi 15 Agustus 2016 lalu. Sebagaimana dakwaan JPU, terdakwa disebut melakukan beberapa hal menyimpang yang mengarah ke malapraktik. Seperti  tindakan operasi sesar dan ikat kandung memang disetujui oleh suami korban, hanya surat persetujuan untuk dua tindakan itu, dibuat dalam satu surat saja, untuk dua tindakan operasi. Parahnya dalam proses operasi terdakwa melakukan satu tindakan lagi yakni kurek yang tanpa melalui persetujuan suami korban.

Tindakan kurek inilah yang mengakibatkan terjadinya pendarahan aktif, hingga akhirnya korban atau pasien tidak dapat diselamatkan. Dalam perkara ini, perbuatan terdakwa diancam pidana pasal 359 KUHP jo Pasal 361 KUHP,  karena kelalaiannya menyebabkan matinya orang, yang hubungan dengan pekerjaan. (cdy/cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.