Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Eksekusi Andi Sose Parampasi Tunggu Salinan Putusan MA

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Pelaksanaan eksekusi bagi terpidana korupsi Andi Sose Parampasi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Tengah, sepertinya masih akan berlangsung lama. Karena ternyata sampai, Kamis kemarin (24/8), pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala sama sekali belum menerima berkas salinan putusan kasasi terpidana dari Mahkamah Agung (MA).

Hal tersebut diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Donggala Suwarno SH ketika ditemui usai pembukaan sosialisasi TP4D di Wisma Donggala, Jalan Diponegoro Palu Barat, Kota Palu, Kamis (24/8).

Bahkan ketika itu Suwarno mengumpulkan beberapa pejabat Kejari Donggala, termasuk Kasipidsus guna menguatkan pernyataannya tersebut.

“Kita belum melaksanakan eksekusi terhadap terpidana korupsi Andi Sose Parampasi, karena masih menunggu salinan putusan kasasi,” katanya kepada Radar Sulteng disahuti sejumlah pejabat Kejari Donggala yang berada disampingnya.

Sedianya tambah Suwarno pihak Kejari Donggala telah siap setiap saat menjalankan tugas dan fungsi eksekusi bagi para terpidana yang hukumannya telah berkekuatan hukum tetap. Begitu juga terhadap terpidana Andi Sose Parampasi, namun untuk terpidana ini Kejari Donggala masih menunggu berkas salinan putusan kasasi. “Karena salinan ini menjadi dasar jaksa untuk melakukan eksekusi terhadap terpidana,” terangnya lagi.

Ditegaskannya jika salinan putusan kasasi itu telah diterima, otomatis pihaknya akan segera mengesekusi Andi Sose Parampasi begitu juga dengan dua terpidana kasus yang sama, yakni Mohammad Said Entebo dan terpidana Yanti Ardhyanty B. Jika salinan putusan kasasi telah sampai ke Kejari Donggala. “Kita akan kabari kalau sudah akan dieksekusi,” tandasnya.

Jika demikian ditegaskan pihak Kejari Donggala, berbeda dengan data yang berhasil dihimpun koran ini di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu. Bahkan sebelumnya Humas PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Lilik Sugihartono SH pernah menerangkan jika salinan putusan kasasi terpidana Andi Sose Parampasi dari MA telah turun dan diterima pengadilan. “Kita sudah menerima salinan putusan terpidana Andi Sose Parampasi. Salinan putusan kasasi dari MA nomor 2010 K/Pid.Sus /2016,” kata Lilik beberapa waktu lalu.

Bahkan diketahui setelah turun dan diterima, pihak pengadilan telah mendistribusikan salinan putusan kasasi atas nama terpidana Andi Sose Parampasi itu, kemasing-masing pihak. Termasuk pihak Kejari Donggala. Begitu juga dengan putusan kasasi dua terpidana lagi yang sama terjerat tindak pidana korupsi ini yakni Mohammad Said Entebo dan terpidana Yanti Ardhyanty B.

Diketahui Andi Sose Parampasi berstatus terpidana kasus dugaan korupsi  dana proyek pembangunan Rumah Jabatan (Rujab) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala tahun 2008. Ketika itu terpidana Andi Sose Parampasi masih menjabat Kepala Dinas Permukiman dan Penataan Wilayah Kabupaten Donggala yang juga sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Pengguna Barang/Jasa dalam proyek tersebut.

Awalnya terpidana Andi Sose Parampasi bersama dua terpidana lainnya, yakni Mohammad Said Entebo rekanan (Direktur CV Lutom Jaya) dan terpidana Yanti Ardhyanty B selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) menjalani sidang di PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu. Mereka divonis bebas. Atas putusan bebas itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian ajukan kasasi ke MA. Alhasil kasasi JPU dikabulkan meski hukuman majelis hakim tingkat kasasi berada di bawah tuntutan JPU . Ketiganya oleh Majelis Hakim pada tingkat kasasi di MA, menyatakan perbuatan ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Andi Sose Parampasi dalam putusan kasasi Nomor 2010 K/Pid.Sus/2016 dijatuhi pidana penjara selama satu tahun, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Serta diganjar pidana tambahan membayar uang penganti senilai Rp 23 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Selanjutnya terpidana Mohammad Said Entebo dalam putusan kasasinya perkara Nomor 2009 K/Pid.Sus/2016, dihukum dengan pidana penjara selama satu tahun, dan denda senilai Rp 50 juta, subsidair 3 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp 8 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sedangkan terpidana Yanti Ardhyanty B berdasarkan putusan kasasi MA Nomor 2011 K/Pid.Sus/2016 menerima ganjaran pidana penjara selama satu tahun dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Putusan itulah yang harus dijalani para terpidana, jika jaksa eksekotur telah mengeksekusi para terdakwa. Karena hukuman ketiganya telah berkekuatan hukum tetap. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.