Ekonomi Sulteng Tumbuh Lebih Tinggi di Triwulan II

- Periklanan -

Kepala Perwakilan Bank Indoesia Sulawesi Tengah, Miyono. (Foto: dok)

PALU – Perkembangan perekonomian Sulawesi Tengah pada triwulan II-2017 mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan II-2017 pertumbuhan mencapai 6,61 Persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya 3,91 persen (yoy). Industri pengolahan terutama yang berasal dari peningkatan nilai tambah sektor pertambangan pada triwulan II-2017 menunjukkan kinerja yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Hal ini didorong oleh perbaikan kinerja ekspor seiring membaiknya kondisi ekonomi negara mitra dagang, terutama tiongkok. Disisi lain, terdapat perbaikan produksi dari sisi sektor pertanian terutama pada sub sektor tanaman pangan dan sub sektor perkebunan, seiring dengan berakhirnya kondisi anomali cuaca el nino dan la nina.

- Periklanan -

Produksi yang tersebar berpengaruh positif terhadap kenaikan pertumbuhan meski masih dalam skala yang terbataskondisi ekonomi Sulteng berdasarkan kajian ekonomi per-agustus daya pdrb-nya triwulan II. Data yang lain menggunakan data yang sudah terkini. “Prospek pertambangan dan pengelolaan diperkirakan membaik, diharapkan di triwulan III, tumbuh lebih baik lagi. Investasi pemerintah mengenai belanja modal jauh lebih tinggi dari triwulan II,” ucapnya.

Indikator lainya, hasil survei konsumen indeksnya naik, konsumsinya diperkirakan akan  baik masih kuat menopang pertumbuhan ekonomi di Sulteng. Dari sisi konsumsi bagus, maka beberapa indikator juga akan positif. Sektor rumah tangga masih kuat. Pertumbuhan ekonomi dilihat dari kondisi sektor rumah tangga dan korporasi Pemerintah,  Jika sektor rumah tangga kredit di KPR masih tumbuh, maka hal tersebut masih baik.

Terlebih lagi KEK sudah diresmikan, tentu akan menjadi lokomotif pusat pertumbuhan ekonomi baru dan dapat mempercepat roda ekonomi Sulteng, sehingga investor yang masuk dari industri pengolahan dapat masuk. Terutama Investasi yang bagus bagi pertumbuhan Sulteng di sektor industri pengolahan dari hasil perkembunan dan perikanan.

“Sektor pertanian tumbuh, 5,6 di triwulan II. Biasanya 3,8 ini merupakan tingkatan yang lumayan. Karena penopang yang utama dampaknya besar. Pertambangan 11,3 persen dan industri pengolahan, optimistis di triwulan III diproyeksikan akan tumbuh di kisaran 7,2 persen – 7,6 persen (yoy). Sementara prospek perekonomian Sulteng secara keseluruhan 2017 diprediksikan masih cukup baik meski tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 7,7-8,1 persen (yoy),” Sebutnya.(umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.