Ekonomi Sulteng Menjadi Tertinggi di Indonesia

- Periklanan -

Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada pertemuan tahunan para pelaku jasa keuangan di Sulawesi Tengah, di Hotel Santika, Selasa (28/2). (Foto: Umi)

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi menungkapkan, ekonomi Sulawesi Tengah masih menjadi yang tertinggi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional ini mendapat penghargaan khusus dari Presiden RI Joko Widodo.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Longki Djanggola dihadapan kepala Otoritas Jasa keuangan dan para pelaku industri jasa keuangan, dalam pertemuan tahunan para pelaku jasa keuangan di Sulawesi Tengah, di Hotel Santika, Selasa (28/2).

Penghargaan khusus dari Presiden menurut Gubernur diberikan langusng oleh presiden saat pelaksanaan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APSI) di Solo, beberapa waktu lalu.

‘’Saya sangat berterimakasih kepada OJK Provinsi Sulawesi Tengah dan para pelaku industri jasa keuangan dan mitra-mitra, yang telah berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Pada saat rapat asosiasi pemerintan provinsi di solo, saya mendapatkan penghargaan khusus dari Presiden Jokowi, karena pertumbuhan sulteng tertinggi di indonesia,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi Sulteng tahun 2016 semester 1 masih 12,57 persen, saat memasuki semester 2 sudah mencapai 19,7 persen, dan menjadi yang tertinggi. “Hingga saat ini Sulteng perkembangan ekonominya masih tertinggi di Indonesia, bukan di tingkat Sulawesi ataupun di regional,” terangnya.

Dikatakan Gubernur, pertumbuhan ekonomi Sulteng di kurun waktu tahun 2016 cukup tinggi, tercatat di triwulan 3 tahun 2016, ekonomi tumbuh  dan lebih tinggi dari tahun 2015, dan masih lebih tinggi dari ekonomi nasional berkisar 5.02 persen.

- Periklanan -

“Kita patut berbangga saat ini Sulteng menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di indonesia, hal ini merupakan informasi yang baik untuk membangun optimisme kita dalam memacu perkembangan,” ucapnya.

Disampaikan Gubernur, pertumbuhan ekonomi sulteng tidak terlepas dari peran sektor industri Jasa  Keuangan. Terlebih lagi pertumbuhan jasa keuangan juga mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.

“Pada triwulan ke 3 tahun 2016 sektor jasa industri keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan dua digit atau sebesar 16,26 persen,” sebutnya.

Gubernur berharap baiknya kinerja industri jasa keuangan dan asuransi tahun 2016, terus berlanjut sepanjang tahun 2017, dalam rangka menopang perekonomian daerah.

“Saya mengapresiasi kepada lembaga Industri Jasa keuangan, Industri Keuangan Non Bank (IKMB) seperti perusahaan asuransi, lembaga pembiayaan, pegadaian, perusahaan pensiun maupun lembaga-lembaga lain yang sebagian besar mengalami perteumbuhan aset secara positif,” sebut Gubernur.

Lebih lanjut Dikatakannya, 2016 indeks literasi berada pada kisaran 22,55 persen dan indeks inklusi sebesar 65,09 persen. Angka tersebut jauh meningkat di banding tahun 2013 indek litrasi baru sebesar 4 persen dan indeks inklusi hanya 10 persen.

“Kenaikan Indek inklusi dari tahun 2013 ke 2016 hampir 100 persen dan indeks litrasi hampir 50,500 persen,” ucapnya.

Dari angka-angka tersebut dapat terlihat jelas adanya masyarakat ada yang belum mendapatkan akses keuangan dan belum mengetahui produk-produk dari jasa keuangan. Hal ini menurut Gubernur yang perlu terus di dorong agar lembaga jasa keuangan Sulteng dapat semakin meluaskan aksesnya di setiap lapisan masyarakat.(umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.