Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dwi Mulyani dan Trimulyati, Kembar yang Menikah Bersamaan Satu Pelaminan

Mulai Dekorasi, Rias Pengantin dan Photo Wedding Direncanakan Bersama

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MENIKAH bersama dengan saudara kembarnya akhirnya bisa tewujudkan pada 19 Agustus 2020. Dwi Mulyani dan Trimulyati melangsungkan pernikahan bersama pasangan mereka masing-masing di desa SPE Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

UMI RAMLAH

Saat dihubungi Radar Sulteng melalui sambungan telepon, Dwi Mulyani terdengar bahagia, setelah menyandang status sebagai seorang istri, bersamaan dengan saudara kembarnya Tri Mulyati.

Anak kedua dan ketiga dari tiga bersaudara pasangan Bambang wasino dan siti marhamah, kakak berjenis kelamin Laki-laki ini, sedikit malu-malu saat ditanya perihal perubahan statusnya menjadi seorang istri.

“Yang jelas bahagia sekali, alhamdulillah akhirnya bisa sama-sama menikah,” tutur Dwi Mulyani.

Kedua wanita tersebut berprofesi sebagai bidan di salah satu Puskesmas Kecamatan Bolano, pernikahan yang diimpinkan tersebut melalui persiapan yang panjang dan lama. Semua disiapkan berdua, mulai dekorasi, rias pengantin dan photowedding.

Dwi Mulyani menuturkan, persiapan pernikahan cukup lama, Dwi Mulyani sendiri sudah lamaran sejak 2019, rencana menikah di bulan Februari 2020 dipending karena saudara kembarnya Tri Mulyati saat itu sedang prajabatan dan dimajukan lagi ke Juni. Kemudian, karena pandemo Covid-19 kemudian pernikahan dimajukan lagi ke bulan Agustus 2020.

“Setelah mendapatkan izin buat pesta, jadi pelaksanaan pestanya dilaksanakan bersamaaan,” tuturnya.

Dwi Mulyani menjelaskan, pernikahan bersama kembarannya tersebut memang sejak awal sengaja dibuat bersamaan. Dari kedua orang tua sudah mengatakan jika nanti akan menikah mereka bedua juga harus sama-sama. Bukan hemat biaya, karena memang sejak kecil sebagai kembar selalu bersama dalam banyak aktivitas, mulai dari sekolah dan kerja bersama.

“Alhamdulillah dapat jodohnya juga bersama. Jadi resepsi pernikahan juga bisa bersama. Bedanya hanya suami yang bukan kembar,” ucapnya.

Menurutnya, dari keluarga mempelai laki-laki keduanya juga setuju untuk menggelar acara pernikahan satu pelaminan atau sama-sama. Bedanya saat pelaksanaan akad nikah, Dwi Mulyani dilaksanakan malam hari pada 18 Agustus 2020 pukul 20.00 wita, sedangkan Tri Mulyati pada 19 Agustus 2020 pagi.

“Akad Nikah saya duluan, karena saya kakak. Saya dapat jodoh orang Parigi. Kalau adik kembarku suaminya orang SPA Kacamatan Bolano Lambunu, dekat dengan rumah,” terangnya.

Masih menurut Dwi Mulyani, walaupun ada anggapan dari beberapa orang tidak diperbolehkan menikah kembar, satu pelaminan tidak baik. Kedua orang tua tidak mempercayai hal tersebut dan yakin tidak terjadi sesuatu. Karena semua telah ditakdirkan Allah. Dan hanya boleh percaya dengan Allah sang maha pencipta.

“Untuk momongan nanti, jika Allah berkenan kalau boleh sama-sama bisa segera punya anak sama-sama juga. Pokoknya serahkan sama Allah saja,” ujarnya.

Ditambahkannya, pernah ada kejadian menarik, saat pertama pacaran, pacarnya sering
salah salah panggil, yang dipanggil justru kembarannya. “Saya dan adik ciri khas di tahi lalat. Jadi bisa membedakan dari tahi lalat. Tapi kalau lama-lama akan bisa membedakan kami berdua,” pungkasnya. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.