alexametrics Dulu Melantai Ketika Belajar, Kini Nyaman di Kelas Baru – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dulu Melantai Ketika Belajar, Kini Nyaman di Kelas Baru

Berkat Bantuan Gedung dari Pemerintah dan Masyarakat Jateng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PINGGANG Sigit (14) kini sudah tidak terasa pegal. Dahulu siswa Kelas VIII (delapan) ini bersama teman sekelas dan sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairat Biromaru, harus belajar dengan cara melantai di masjid tidak jauh dari sekolah tersebut.

Namun, setelah bangunan kelas yang dibangun menggunakan donasi dari pemerintah dan masyarakat Provinsi Jateng selesai dikerjakan dan diresmikan langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Januari 2020 lalu, Sigit dan siswa-siswa di MTs Alkhairat sudah bisa nyaman belajar di sekolah. Tidak hanya bangunan saja, namun meja dan kursi di kelas itu pun, bantuan dari pemerintah dan masyarakat Provinsi Jawa Tengah.

“Kalau dulu, waktu sekolah masih rusak, kita belajarnya di masjid. Sambil melantai, pas bangun pinggal rasanya pegal. Sekarang Alhamdulillah, belajar bisa lebih nyaman,” tutur Sigit, Senin (24/11/202) ditemui di MTs Alkhairat Biromaru, Kabupaten Sigi.

Sudah hampir dua tahun, siswa-siswa MTs Alkhairat Biromaru menempati empat ruang kelas yang dibangun tersebut. Dan hingga kini bangunan yang ada masih terawat dengan baik. Kepala Sekolah MTs Alkhairat Biromaru, Hadijah menyampaikan rasa terimakasihnya, baik kepada Gubernur Jawa Tengah, maupun seluruh masyarakat Jawa Tengah, yang sudah membantu sehingga terbangun lah empat unit ruang kelas. Tidak hanya ruang kelas saja, ada pula tiga toilet, satu gudang serta dapur yang dibangun bersama.

“Dahulu waktu gempa bumi, bangunan yang ada rusak berat, terpaksa kami belajar di masjid. Beruntung ada bantuan dari saudara-saudara kita dari Jawa Tengah, khususnya lewat pak Gubernur Jawa Tengah,” terang Kepala MTs.
Saat ini siswa MTs Alkhairat Biromaru, memiliki siswa sekitar 150an orang. Dengan ruang kelas yang ada sebanyak enam kelas, dua kelas bangunan lama dan empat kelas bantuan dari Jawa Tengah itu, kini seluruh siswa bisa belajar di kelas masing-masing. “Kualitas bangunan kelas ini kami anggap bagus dan memang tahan gempa,” terangnya.
Saat meresmikan bangunan tersebut tahun 2020 lalu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengungkapkan, bantuan yang diberikan bukan karena Jawa Tengah adalah provinsi yang kaya dan memiliki pendapatan besar, melainkan karena didorong rasa persaudaraan untuk saling membantu.

“Apakah Jateng provinsi kaya? Tidak. Duitnya banyak? Tidak. Tapi kami sedang belajar kaya hati. Tangan butuh bergandengan. Bukan mencaci, bukan menyalahkan tapi saling membantu. Kalau mencaci bisa menyelesaikan persoalan, mari mencaci setiap hari,” kata Ganjar saat meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat Biromaru Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.

Ganjar masih ingat betul pengalamannya melihat kerusakan yang timbul akibat gempa yang terjadi di Pasigala. Maka dia berpesan agar para kepala daerah mampu mengendalikan lingkungan, memperhatikan AMDAL dan melestarikan kearifan lokal. “Saya ke sini dulu dan melihat sendiri bagaimana hebatnya bencana di Pasigala. Kita selalu ingat kerusakan di bumi karena ulah manusia. Maka sebagai pimpinan daerah kita harus mampu mengendalikan lingkungan, tata ruang, AMDAL, termasuk kearifan lokal,” pesan Ganjar. (*/agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.