Dugaan Korupsi PDAM Donggala masih Penyidikan

- Periklanan -

Karyawan saat memprotes mantan Dirut PDAM Donggala Arifin Abdulrahim, dalam sebuah aksi unjukrasa beberapa waktu yang lalu. (Foto: dok)

PALU – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah, terus mengebut proses penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penyalahgunaan dana operasional Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Donggala Tahun Anggaran (TA) 2016. Perkara ini, menjerat mantan Direktur Utama PDAM Donggala, Arifin Abdul Rahim, yang kini tengah menjalani penahanan di Rumah Tahanan Klas IIA Palu, di Jalan Bali, Kota Palu.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng Sampe Tuah SH melalui Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Sulteng, Andi Rio Rahmatu SH mengatakan penanganan perkara tipikor yang terjadi di PDAM Uwelino Donggala tersebut sejauh ini memang masih di tingkat penyidikan. “Hanya saja sudah masuk dalam tahap perampungan berkas perkara,” katanya kepada Radar Sulteng ditemui belum lama ini.

Lanjut Andi Rio setelah dirampungkan berkas perkara  akan diteliti dan diperiksa kembali oleh tim jaksa pemeriksa berkas perkara yang telah ditunjuk. Pemeriksaan ini dilakukan untuk diketahui apakah berkas perkara tipikor yang menjerat mantan Dirut PDAM Uwelino itu sudah benar benar lengkap (P21) atau belum. “Memang belum P21 hanya sudah menuju ke tahap itu. Jika sudah P21, selanjutnya akan dilakukan tahap II pelimpahan tersangka berserta barang buktinya,” terangnya.

- Periklanan -

Kata Andi Rio, terhadap proses itu semua tidak akan berlangsung terlalu lama lagi. Karena, ditahap penyidikan sendiri penyidik begitu getol melakukan pemanggilan saksi saksi untuk dimintai keterangan. Dan telah beberapa saksi yang dimintai keterangan.

“Hanya soal saksi-saksi itu, ini masalah teknis. Pada dasarnya lagi perkara ini tidak lama lagi sudah akan dilaksanakan tahap dua,” tandasnya.

Sejauh ini penanganan perkara yang dilakukan Kejati Sulteng kasus dugaan korupsi yang terjadi di PDAM Uwelino Donggala ini, masih menjerat satu tersangka saja, dialah mantan Dirut PDAM Donggala Arifin Abdul Rahim. Diberitakan sebelumnya, tersangka Arifin Abdul Rahim  tersandung kasus dugaan tipikor penyalahgunaan dana operasional PDAM Donggala Tahun Anggaran 2016, yang bersumber dari APBD Kabupaten Donggala Tahun 2016.

Dugaan kerugian negara yang timbul dalam perkara dugaan korupsi Pengelolaan Anggaran PDAM Donggala Tahun 2016, sekitar Rp 600 juta lebih. Perbuatan pidana yang disangkakan kepada tersangka Arifin Abdul Rahim, dijerat sebagaimana ketentuan Pasal 2 dan Pasal 3, Undang –Undang No.31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.