Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dubes New Zealand Tertarik Pariwisata Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Duta besar New Zealand Trevor Matheson (kanan) bersama Pimpinan Radar Sulteng Group H Kamil Badrun AR (biri) dan Trade Commissioner New Zealand Mr Tim Anderson melihat pemandangan Teluk Palu dari lantai atas gedung Graha Pena Radar Sulteng, Selasa (8/8). (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Duta besar New Zealand  (Selandia baru) Trevor Matheson melakukan visit media (kunjungan ke media) Selasa pagi kemarin (8/8), di Graha Pena Radar Sulteng, disambut hangat Pimpinan Radar Group H Kamil Badrun SE MSi. Dalam kunjungan tersebut banyak hal yang dibahas, terutama peluang-peluang kerjasama dan bisnis yang bisa didorong antara Indonesia dengan New Zealand.

Trevor Matheson yang saat itu didampingi Asissten Dubes Tim Anderson dan staf keduataan  Mrs Karmila mengunjungi Graha Pena Radar Sulteng sebelum melakukan audens dengan pelajar Kota Palu sebagai member dan calon member Zetizen Networking di IT Center Universitas Tadulako (Untad) Palu.  Dalam kesempatan pertemuannya dengan piminan Umum Radar Group, Dubes Trevor  menanyakan keberadaan  media dan  kompetisinya.

Menurut Kamil, cukup banyak media di Sulteng tetapi yang eksis tinggal sedikit, hal itu terkait masalah finansial dan seberapa kuat media mainstream itu bertahan di ketatnya persaingan media saat ini. Digambarkan Kamil, di bumi Tadulako ini hanya ada pembaca berita, bukan pembaca koran. “Kalau beritanya menarik maka secara otomatis korannya laku dan banyak pembelinya, “ beber Kamil.

Dubes begitu antusias bertanya tentang media, juga isu berita apa yang paling diminati oleh warga Sulteng. Menurut Kamil, warga Sulteng paling suka berita politik dan kriminal. Dibarengi dengan strategi baru menyasar pembaca muda yang dijawab dengan kehadiran halaman Zetizen di harian Radar Sulteng. “ Kalau muncul berita politik dan kriminal pasti banyak yang cari beritanya. Itu juga mendongkrak pembelian koran. Tapi kita punya Zetizen sekarang, untuk menyasar pembaca muda kita,  “ ungkap Kamil lagi.

Dubes yang hoby menyelam ini, menanyakan potensi yang dimiliki Sulteng, dan ingin melakukan survey untuk peluang investasi. Oleh Kamil dijelaskan potensi Sulteng adalah pertanian dan sumber daya alam (SDA). Tetapi, meski SDA cukup besar namun pegiat usahanya kecil.  Sulteng pun kini mengandalkan potensi besarnya yaitu pariwisata.

Dipaparkan Kamil Badrun, potensi Sulteng terbesar adalah pariwisata, sejumlah destinasi parwisata andalan seperti Togean di Kabupaten Tojo Unauna (Touna), dan yang paling dekat dari Kota Palu yaitu Kabupaten Donggala dengan Tanjung Karang-nya, sudah dilengkapi Bandar Udara (bandara). “ Misalnya di Togean kini sudah ada bandara di Kota Ampana ibukota Touna. Dari Jakarta ke Togean harus transit dulu di Makassar. Sedangkan ke Donggala Bandaranya di Palu tetapi waktu tempuhnya hanya sejam. Fasilitasnya banyak, ada cottage dan kuliner tradisional, “ terangnya.

Minat Dubes terlihat sangat besar, termasuk menanyakan akses masuk di Sulteng selain dari Makassar. Menurut Kamil alternatif lainnya bisa melalui Gorontalo. Apalagi Sulteng adalah salah satu provinsi teraman di Indonesia. Bila disebut wilayah konflik, stigma itu sekarang sudah tidak ada lagi. “ “Pokoknya daerah Sulteng ini aman. Mungkin hanya orang luar menyebut itu, tapi kami disini merasa aman dan nyaman, “ tandas Kamil memberi jaminan.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.