Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Dua Wajah Baru Isi Pimpinan DPRD Sulteng

PALU – Pelantikan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan dilakukan pada 25 September 2019, atau 8 hari lagi pelantikan itu akan dilaksanakan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palu. Meski, baru seminggu lagi pelantikan akan digelar, tetapi rumor siapa yang akan menjadi ketua dan pimpinan DPRD mulai banyak dibahas di tengah masyarakat.

Pemegang palu sidang utama atau ketua DPRD Sulteng akan dipegang oleh Nilam Sari Lawira, ini merupakan keputusan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai NasDem. “Iya betul, ibu Nilam (Nilam Sari Lawira, red) yang akan menjadi ketua. Ini merupakan hasil keputusan dari rapat pimpinan Partai NasDem di DPP Partai NasDem yang digelar baru-baru ini, dan memutuskan bila ibu Nilam yang menjadi ketua DPRD Sulteng nanti, “ jelas Muhammad Masykur, Sekretaris DPW Partai NasDem Sulteng, kepada Radar Sulteng, Senin (16/9).

Arah ketua sudah terbangun, dan banyak dibahas oleh para pengamat politik di bumi Tadulako ini. Apalagi, beberapa staf di DPRD Sulteng sudah bersih-bersih ruangan sang ketua, sebagai pertanda posisi ketua memang berada di tangan Nilam Sari.
Sebelumnya santer disebut-sebut nama lain selain Nilam Sari, yakni Yahdi Basma, namun dalam rapat internal di DPP NasDem justeru nama Nilam Sari lah yang direkomendasikan oleh DPP Partai NasDem. “Kita tidak perlu memperdebatkannya lagi, yang jelas ini sudah melalui prosedur dan mekanisme partai,” tandas Theo, panggilan akrab Muh Masykur.

Lantas bagaimana dengan pimpinan DPRD Sulteng lainnya di tataran Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua III. Untuk Wakil Ketua I akan menjadi jatah Partai Golkar, sebagai pemenang kedua Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, dan figur Wakil Ketua I dipegang Ketua DPD I Partai Golkar Sulteng, H Arus Abd Karim.

Berikutnya, Wakil Ketua II, suara terbanyak ketiga adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin oleh H Longki Djanggola. Ada kabar menarik untuk memposisikan Wakil Ketua II DPRD Sulteng sebagai jatah Partai Gerindra ini kepada Hj. Zalzulmida Aladin Djanggola yang tidak lain adalah isteri dari Ketua Gerindra Sulteng H Longki Djanggola.

Lalu bagaimana dengan Dr. Alimuddin Paada sebagai kader yang dekat dengan Longki Djanggola selama ini, bahkan telah menduduki jabatan strategisnya di DPRD Sulteng periode 2014-2019 yang lalu sebagai Wakil Ketua DPRD Sulteng. Alimuddin juga terpilih kembali diperiode ini. Dihubungi kemarin, Alimuddin enggan berkomentar. “ Saya tak mau berkomentar, “ ujarnya.

Kemudian Wakil Ketua III, adalah jatah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai partai pemenang Pemilu 2019, partai besutan Megawati Sukarnoputri semakin “super power” meski di level DPRD Provinsi menempati peringkat keempat. “Tetapi tidak mengapa,” kata H Muharram Nurdin, yang digadang-gadang tetap menempati Wakil Ketua III posnya yang sudah diakrabinya di periode 2014-2019.

Dengan demikian unsur pimpinan DPRD Sulteng akan diduduki pendatang baru di DPRD Sulteng, yakni Nilam Sari dan Arus Abdul Karim. Menariknya DPRD Sulteng juga akan dipimpin dua srikandi, Nilam Sari dan Zalzulmida Aladin Djanggola menduduki pimpinan DPRD Sulteng.

Sementara informasi yang dihimpun Radar Sulteng menyebutkan, beberapa calon pimpinan DPRD sudah mulai berkemas ruangan kantor mereka gedung DPRD Sulteng. Ada yang sudah mengganti wallpaper dinding ruangannya, hingga mengubah posisi kursi di dalam ruangan. Ada juga yang sudah melihat-lihat dan akan memasukan barang-barang pribadi dan tidak menggunakan fasilitas kantor DPRD. “Ibu Zalzulmida sudah mau ganti wallpaper dinding ruangannya. Kalau ibu Nilam infonya tidak akan pakai fasilitas kantor. Termasuk komputer, dia mau barang-barang pribadi bukan disiapkan kantor DPRD Sulteng,” kata sumber yang minta tidak menyebutkan namanya.

Dari analisis para pengamat politik Sulteng, pemandangan menarik akan terjadi pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 nanti, dimana Ahmad M Ali diprediksi akan mengikuti kontestasi Pilkada serentak di Indonesia untuk wilayah Provinsi Sulteng. Bersaing dengan kandidat lainnya, yang ramai jadi pembahasan diantaranya Anwar Hafid, Rusdi Mastura, Hidayat Lamakarate, Sigit Purnomo Said, Nurmawati Dewi Bantilan, Hasanuddin Atjo, maupun Sri Indraningsih Lalusu. Bila Ahmad M Ali toh terpilih menjadi Gubernur Sulteng, maka akan terjadi politik “dalam kelambu”.

Di sini seksinya peta politik Sulteng kedepan. Mengapa ?
Karena dua sosok suami isteri ini akan menjadi penentu jalannya roda pemerintahan, roda pembangunan, dan roda pengawasan pemerintahan di provinsi yang setahun lalu diguncang gempa bumi maha dahsyat 7,5 skala Richter ini.
Kita tunggu saja bagaimana dinamika konstelasi politik Sulteng yang akan terjadi pada tahun politik 2020, dan sesudahnya nanti. Akan banyak hal-hal yang menarik, seperti yang dilakukan Bung Cudi panggilan akrab H Rusdi Mastura, jauh hari sebelumnya kepada publik dia sudah menyosialisasikan diri tidak akan maju menjadi bakal calon (balon) Gubernur maupun Wakil Gubernur.

“ Sekali lagi saya katakan, saya tidak akan maju. Saya mendukung Ahmad M Ali menjadi calon Gubernur Sulteng,” koarnya kala itu. Cudi pun berada di Garda Merah Putih lembaga pemenangan, semacam relawan, yang dibentuk Ahmad M Ali untuk memenangkan putera Morowali ini, sebagai kandidat balon Gubernur Sulteng.

Tetapi akhirnya toh, Walikota Palu dua periode ini tidak tahan juga, tetap bermain di kemaruk Pilkada Sulteng 2020. Cudi sudah mengambil formulir dan sudah mendaftar di PDIP pekan kemarin. “Yah saya maju, tuturnya. (mch)

1 Komen
  1. syahban Komentar Pengunjung

    yg perlu menjadi bahan utk diseriusi yg ta kala penting adalah perlu peningkatan mutu bantuan keuangan yg bersumber dari APBD Sulteng utk seluruh Desa di Sulteng (informan ; syahban, ex sekretaris DPD APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) sulawesi tengah periode 2012-2019)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.