Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dua Unit Rumah Ludes Terbakar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api, Senin (1/1). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Awal tahun 2018, si jago merah kembali beraksi. Kali ini dua unit rumah di RT01/RW 08, Jalan Una-una, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, ludes terbakar sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (1/1) siang kemarin. Diduga kebakaran akibat dari korsleting listrik.

Dari data yang berhasil dihimpun Radar Sulteng di lokasi kebakaran, titik api berasal dari rumah kontrakan semi permanen yang pada saat itu ditinggal penghuninya. Karena material rumah semuanya dari bahan yang mudah terbakar, api pun dalam sekejap menghanguskan rumah yang berada di sebelahnya. Kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

“Dari dua rumah tidak ada harta bendanya terselamatkan, kalau kerugiannya mungkin bisa ratusan juta,” kata salah seorang warga Una-una, Aco Kipli kepada Radar Sulteng di temui di lokasi kebakaran.

Warga sekitar menurut Aco Kipli, melihat api sangat cepat, karena posisi angin saat itu kencang, hingga api ikut merembet ke rumah sebelahnya. Aco Kipli menuturkan, rumah yang ikut terbakar di sebelahnya juga dalam keadaan tidak berpenghuni, karena ditinggal pergi penghuninya liburan ke Donggala. Kerugian yang banyak ditaksir pada rumah permanen ini, pemilik rumah seorang wiraswasta.

Tangis haru pun tak bisa terbendung saat pemilik rumah tersebut melihat kondisi rumahnya sudah hangus terbakar. Lanjut Aco Kipli, beruntung juga warga dengan sigap menyelamatkan kendaraan roda dua yang sedang terparkir di teras rumah tersebut, warga sampai mendobrak pagar rumah yang terkunci.  “Tinggal didobrak pagar rumahnya, tapi isi rumah sudah tidak sempat karena posisi rumah juga terkunci, sedangkan api sudah membesar,” tambah Aco Kipli.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu yang turun dilokasi langsung berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke rumah lain. Warga juga turut membentu memutuskan aliran api dengan alat seadanya. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi. Sekitar pukul 15.30 Wita api berhasil dipadamkan.

Sementara itu tidak berselang lama, Serli, pemilik kontrakan yang diduga awal titik api, mengatakan bahwa ketika meninggalkan rumah pada pukul 13.00 Wita tidak meninggalkan kontrakannya dalam keadaan memasak atau ada kompor yang sedang menyala. Dugaan sementara setelah beberapa warga menanyakan ke Serli terkait pemakaian listrik, bahwa kondisi rice cooker sedang on saat ditinggalkan.

“Saya tidak ada memasak apa-apa hari ini, tapi ada colokan pemasak nasi yang tidak dicabut. Saya tinggalkan rumah pergi ke rumah keluarga untuk makan siang,” jelas Serli yang sampai di lokasi kebakaran dengan raut wajah sedih. Apalagi dia mengakui, harta bendanya hanya pakain yang dia kenakan saat itu. Aparat kepolisian yang datang ke lokasi kebakaran pun langsung memasang police line. Kebakaran ini juga menarik perhatian warga. Dari sisa-sisa kebakaran juga ditemukan beberapa ayam kampung yang ikut terpanggang. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.