Dua Terdakwa Korupsi KONI Palu Dihukukum Penjara 5 Tahun

- Periklanan -

Ilustrasi

PALU –  Terdakwa Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi, benar-benar akan menghabiskan hari-harinya di dalam jeruji besi. Mantan ketua harian dan bendahara KONI Palu itu, telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sehingga dihukum pidana penjara selama 5 tahun.

Hukuman bagi kedua terdakwa ini dibacakan pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu (28/12) kemarin. Kedunya yang terjerat korupsi penyalahgunaan dana hiba KONI Palu tahun 2014-2015, terbukti korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

Amar putusan kedua terdakwa, dibacakan  I Made Sukanada SH MH, selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara dugaan korupsi KONI Palu sejak awal. “Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Djikra Garontina dengan pidana penjara selama 5 tahun,” kata I Made Sukanada membacakan amar putusan terdakwa Moh Djikra Garontina.

Begitu juga kepada terdakwa Kasrianto Abdi, dihadapan istri dan anaknya terdakwa ini jatuhi hukuman badan berupa pidana penjara selama 5 tahun. Terdakwa Djikra dan Kasrianto Abdi, perbuatannya sungguh telah memenuhi unsur-unsur dalam dakwaan primer pasal 2 UU tentang tindak pidana korupsi.

“Perbuatan Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi telah memperkaya atau membuat orang menjadi kaya. Unsur setiap orang, melawan hukum, memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi hingga adanya kerugian negara atau perekonomian negara secara nyata telah terpenuhi dilakukan para terdakwa,” sebut majelis hakim menguraikan pertimbangan putusannya.

- Periklanan -

Selain pidana badan kedua terdakwa juga dipidana denda serta pidana untuk membayar uang pengganti kerugiana negara. Djikra Garontina di pidana denda Rp 100 juta subsider 3 bulan, uang pengganti Rp287.040.000 subsider 1 tahun. Sementara terdakwa Kasrianto Abdi dipidana denda Rp 200 juta subsider 3 bulan, serta pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp140.713.563 subsider 1 tahun penjara.

“Perbuatan yang menjadi pertimbangan memberatkan bahwa terdakwa Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi, tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi,” terang hakim lagi.

Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim tidak hanya menyatakan terdakwa Djikra dan Kasrianto Abdi yang terbukti bersalah. Tetapi juga yang ikut bersalah adalah Ketua Umum (Ketum) KONI Palu, saksi Andi Mulhanan Tombolotutu. Terdakwa Djikra dan Kasrianto Abdi, telah memperkaya orang lain dalam hal ini saksi Ketum KONI Palu Mulhanan Tombolotutu yang juga diketahui mantan Wakil Wali Kota Palu.

Perbuatan terdakwa Djikra dan Kasrianto Abdi serta saksi Andi Mulhanan Tombolotutu, telah terbukti bersalah melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Pertama menyalahgunakan kewenangan dan jabatannya, melanggar ketentuan peraturan perundang-undang tentang pengelolaan dana hiba atau bantuan sosial pemerintah, dan yang ketiga terdakwa Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi serta saksi Andi Mulhanan Tombolotutu tidak dapat mempertanggung jawabkan anggaran hiba tersebut,” tegas majelis hakim.

Karena perbuatan terdakwa Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi sepengetahuan saksi Mulhanan Tombolotutu, negara dirugikan sebesar Rp 837 juta. “Untuk barang bukti dalam perkara terdakwa Kasrianto Andi tetap terlampir dalam berkas perkara, untuk dikembalikan ke JPU agar digunakan untuk perkara lain,” tandas majelis hakim.

Terhadap putusan itu, Majelis Hakim tetap memberikan kesempatan kepada terdakwa dan kuasa hukumnya yakni  Norma SH serta JPU, apakah menerima putusan, menyatakan banding atau pikir-pikir selama 7 hari dari kesempatan yang diberikan sebagaimana ketentuan perundang-undangan. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.