Dua Terdakwa Kasus Narkotika Dituntut 12 dan 13 Tahun Penjara

- Periklanan -

PALU – Jack itulah sapaan dari terdakwa narkotika bernama lengkap Zakarias E. Ihalauw, yang diperiksa terpisah dengan terdakwa Umar Lawado di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu kemarin. Hari itu terdakwa yang duduk di kursi roda, karena luka tembakan, menjalani sidang dengan agenda tuntutan jaksa.

Jack alias Zakarias duduk di kursi roda saat menjalani sidang di PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu. (Foto: dok)

Terdakwa Zakarias dituntut pidana penjara 13 tahun, sementara rekannya Umar Lawado dituntut pidana penjara selama 12 tahun. Zakarias dan Umar Lawado adalah terdakwa tindak pidana narkotika jenis sabu yang diperiksa dengan barang bukti 800 gram lebih sabu. Mereka tertangkap 2017 lalu, yang beraksi mengambil barang haram tersebut di salah satu jasa pengiriman barang di Kota Palu.

Irma Toampo SH yang menuntut kedua terdakwa, menyatakan kalau perbuatan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram. Perbuatan keduanya terbukti sebagaimana ketentuan pasal 114 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

- Periklanan -

“Menyatakan menuntut terdakwa dengan pidana penjara, selama 13 tahun denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti kurungan penjara 6 bulan,” kata Irma Toampo membacakan tuntutan pidana terdakwa Zakarias alias Jack. Sehingga selain pidana badan terdakwa ini juga dituntut denda dengan subsider 6 bulan kurungan, tuntutan denda itu sama pula diganjarkan kepada terdakwa Umar Lawado.

“Pertimbangan memberatkan terdakwa tidak memperhatikan program pemerintah yang lagi gencar melaksanakan program pemberantasan peredaran narkotika, dan perbuatan terdakwa sangat dapat merusak masa depan generasi bangsa,” tutur Irma lagi.

Sementara pertimbangan yang meringankan terdakwa, sopan di persidangan dan mengakui terus terang perbuatannya. Sementara itu, dalam amar tuntutan JPU untuk kedua terdakwa, barang bukti dimintakan seperti sabu untuk dimusnahkan bersama beberapa unit handpone yang telah digunakan kejahatan. Untuk uang tunai dan barang bukti lainnya ada yang dirampas untuk negara.

Majelis hakim I Made Sukanada SH MH yang memimpin jalannya sidang memberikan kesempatan kepada terdakwa dan kuasa hukumnya untuk mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.