Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dua Tenaga Kerja Lokal PT IMIP di PHK

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dituduh Bocorkan Rahasia Perusahaan dan Melanggar Aturan

BURUH ASING: Inilah salah satu foto tenaga kerja asing yang dipekerjakan PT IMIP yang dikirimkan ke Kemenaker. (Foto: Istimewa)

MOROWALI-Dua orang karyawan yang bekerja di Perusahaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), langsung mendapat surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari pihak Perusahaan tersebut. Pasalnya, mereka berdua dituding telah membocorkan rahasia perusahaan dan melanggar aturan yang dibuat perusahaan Nikel terbesar di Asia Tenggara itu.

Kedua karyawan tersebut bernama Andi Sukardi bagian eriktion serta Febrianto Tattong divisi Departemen Quality Control di Perusahaan GCNS yang juga berada dibawah naungan PT IMIP. Untuk Febrianto, dirinya di PHK karena dianggap membocorkan rahasia perusahaan dengan mengirim foto Tenaga Kerja Asing (TKA) ke pihak Kementerian Ketenagakerjaan.

“Tanpa diberikan SP (Surat Peringatan,red), saya langsung di PHK. Saat saya diperiksa, dalam surat pemeriksaan itu saya di PHK karena membocorkan rahasia perusahaan (GCNS PT IMIP, red). Padahal, saya cuman kirim foto buruh kasar asal Tiongkok saat bekerja kepada Kementerian Ketenagakerjaan,”ungkap Febrianto saat dimintai keterangan, Senin (20/2).

Febrianto menjelaskan, dikirimnya foto buruh kasar asal Tiongkok kepada pihak Kementerian Ketenagakerjaan dikarenakan pihak Perusahaan yang ditempatinya selama satu tahun lamanya itu dia anggap telah melanggar aturan.

“Saya kirim lewat akun Instagram Kemnaker itu foto TKA yang bekerja sebagai buruh kasar. Mungkin pas saya kirim, pihak Kemnaker langsung sampaikan ke perusahaan dan disitulah saya dipecat karena dianggap membocorkan rahasia perusahaan,”jelas warga asal Pamola ini.

Terkait kedatangan Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan beberapa pekan lalu, Febrianto menegaskan bahwa pernyataan Luhut bahwa tidak ada TKA yang dipekerjakan sebagai buruh kasar di Perusahaan PT IMIP semuanya itu palsu.

“Mungkin pada saat kunjungan ke PT IMIP, para buruh kasar asal Tiongkok itu disembunyikan dan tidak diperlihatkan kepada pak Luhut,”kata Febrianto.

Sementara untuk Andi Sukardi, dirinya mengaku di PHK karena dituding telah melanggar aturan larangan Salat di dalam area perusahaan GCNS anak dari PT IMIP tersebut. Dalam aturan larangan Salat itu, Andi Sukardi kedapatan sedang melaksanakan Salat Duhur oleh TKA.

“Setelah saya didapat melaksanakan Salat, tidak lama kemudian saya langsung di PHK oleh perusahaan (GCNS, red). Padahal saya hanya Salat menggunakan alas papan, karena Masjid di area perusahaan belum memadai, “ungkap mantan karyawan GCNS divisi eriktion ini.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Humas PT IMIP Dedi Kurniawan, mengatakan dirinya tidak tahu menahu terkait PHK yang dilayangkan kepada dua karyawan lokal di Perusahaan bernama GCNS tersebut. Bahkan kata Dedi sapaan karibnya, dia selaku Humas PT IMIP tidak pantas untuk menjelaskan terkait PHK pada karyawan yang bekerja di perusahaan dibawah naungan PT IMIP.

“Saya tidak tahu, saya baru dengar juga kalau ada karyawan lokal yang di PHK. Saya cari tahu dulu infonya,”singkat mantan wartawan salah satu media TV Nasional ini.(fcb)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.