Dua Pejabat Di Kanwil Depag Diduga Gunakan Ijazah Palsu

- Periklanan -

PALU– Kabar tak sedap berhembus dari kantor Kementerian Departemen Agama (Depag) Provinsi Sulteng. Dua pejabatnya diduga menggunakan ijazah palsu Strata 2 (S2). Satu pejabat di Kantor Depag Morowali dan satunya lagi di Kantor Depag Sigi.

Ilustrasi (@aktual.co)

Penggunaan ijazah S2 yang diduga palsu oleh kedua pejabat tersebut untuk penyesuaian kenaikan pangkat/golongan dan jabatan.

Diketahui, kedua pejabat itu mendapat ijazah S2 dari Sekolah Tinggi Teologia (STT) IKAT di Jakarta. Ijazah S2 oleh kedua pejabat  dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu wajib dipertanyakan karena diduga ijazah magister itu didapatkan secara ”ilegal”.

- Periklanan -

Mekanismenya, jika seorang PNS di lingkungan Depag ingin melanjutkan kuliah, harus ada izin dari Kemenang.  Untuk program S1, izinnya dikeluarkan oleh Kemenang Provinsi, sedangkan untuk izin belajar S2 harus mendapat rekomendasi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Selain itu, jarak tempat belajar/kampus dengan tempat kerja paling jauh 60 km. Sementara kedua pejabat tersebut tidak memenuhi persyaratan di atas.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Sulteng, Abdullah Latopada yang dikonfirmasi, merasa kaget ada pejabatnya yang diduga menggunakan ijazah palsu.

”Saya kaget dengar informasi ini.  Selaku pimpinan, informasi ini akan kami kaji dan telusuri. Tolong beri waktu kepada saya untuk menuntaskan ini,” ujar Abdullah Latopada kepada Radar Sulteng, Senin (26/2).

Menurut Abdullah, jika benar terbukti tentu kedua oknum tersebut akan diberi sanksi sesuai undang-undang yang berlaku. Selain itu pula lanjut Kakanwil, pihaknya akan meminta keterangan kepada bagian Kepegawaian Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Bidang Bimas Kristen Provinsi Sulawesi Tengah dan oknum yang bersangkutan.

“Dalam waktu dekat saya akan menelusuri laporan ini, dan pasti saya terbuka dan profesional dalam bertindak. Beri kami waktu untuk meneliti keabsahan ijazah nya dan mekanismenya oleh tim Kemenag,’’ demikian tegasnya.(aml)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.