Dua Pasien di Anutapura Menunggu Hasil Lab

Tiga PDP Akhirnya Dinyatakan Negatif

- Periklanan -

PALU- Pasien dalam pemantauan (PDP) di wilayah Sulteng tercatat 5 pasien, namun tiga sudah dinyatakan negatif, yaitu yang berada di wilayah Ampana, dan dua pasien PDP di RS Undata juga dinyatakan negatif, sementara dua pasien di RS Anutapura masih menunggu hasil lab dari Kementerian Kesehatan. Namun untuk dua pasien yang dinyatakan negatif masih dalam pemeriksaan, sampai betul-betul divonis sehat.

Kabid pencegahan pengendalian penyakit (P2P) Provinsi Sulteng, dr. Muhammad Saleh Amin menyampaikan bahwa hingga saat ini, kasus yang berstatus Pasien dalam pemantauan (PDP), ada 5 pasien yang tercatat di wilayah Sulteng yaitu, pasien yang masuk pada tanggal 29 Februari 2020 dari Kabupaten Touna Ampana dan hasilnya negatif.

Kemudian kasus pasien yang masuk pada Tanggal 11 Maret 2020 di RS Undata, yaitu dengan hasilnya juga negatif.
Kemudian yang digunakan rawat di RS Anutapura Palu masih menunggu hasil spesifik, dan membutuhkan lima hari, karena ada dua kali pemeriksaan di Kementerian Kesehatan, baru bisa dapat hasil.

Dalam satu kali dua puluh empat jam, tetapi harus diuji lagi dengan sekuensing dan waktunya dibutuhkan dua sampai empat hari. “Ia hasil rujukan dari RS budi Agung dan RS BK, yang hingga sekarang masih menunggu hasil dari pusat selama 5 hari kedepan. Dari pihak RS masih terus melakukan pemantauan kepada orang yang telah dianggap negatif. Masih akan diperiksa dua kali berturut-turut. Kalau hasil negatif maka divonis aman, dan dapat dipulangkan. Untuk lebih menyakinkan lagi,” jelasnya, dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (19/3).

Selanjutnya, menurut Saleh Amin, mengenai yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) harus dijelaskan bahwa status ODP harus dibuktikan dengan spesimen sesuai dengan pedoman yang saat ini diterapkan. Seperti orang yang sudah sakit panas ada batuk, dan punya riwayat pernah ke wilayah yang terkonfirmasi positif sehingga bisa dikatakan ODP.

- Periklanan -

Yang berjumlah 32 hingga 57 orang, pihak Dinas kesehatan Provinsi Sulteng sudah menyaring dan pihak Dinkes telah menemukan ODP hanya tinggal ada 4 orang yang kesemuanya berasal dari, Kota Palu dan Kabupaten Poso masing-masing 1 orang yang baru dinyatakan hari ini. “Dari 32 yang kemarin, dan ODP hanya empat orang sesuai yang diperiksa kembali, dan cukup diobservasi di rumah, “jelasnya.

Langkah mengatasi warga yang baru datang dari luar daerah Sulteng, Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng meminta kepada masyarakat umum, apabila ada yang merasa terpapar agar segera melaporkan diri.

Kaitannya dengan diliburkannya sekolah selama 14 hari, yaitu agar dapat memutuskan mata rantai dari wabah virus covid 19 tersebut. Dalam arti untuk menunggu masa inkubasi, agar virus tersebut tidak menular dan dapat mati dalam jangka 14 hari. “Semua yang masuk wilayah Sulteng, baik dari jalur darat dan udara, juga laut harusnya terdata, sehingga masuk dalam pemantauan umum. Apabila ada gejala batuk dan panas segera langsung melaporkan,” kata Saleh Amin.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, dr Reny Lamadjido menjelaskan, untuk pencegahan seperti penyemprotan disinfektan, Dinas Kesehatan hanya melakukan di setiap SMA dan SMK, serta rumah sakit. “Anggarannya dialokasikan Pemerintah Provinsi, namun nominalnya belum diketahui,” jelasnya.

Kemudian untuk di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, akan ada pendataan penumpang, dimana setiap penumpang nantinya akan mengisi data diri, dan juga riwayat berpergian. “Jadi disitu nanti ada nomor HP, dan apabila ada gelaja langsung dapat dengan cepat diketahui, “tambah Reny. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.