Dua Mantan Sekda Parimo Bersaksi di Persidangan

- Periklanan -

BERI KETERANGAN : Dua Mantan Sekda Parimo, Nirman J Winter pertama kemudian Taswin Borman menjadi saksi kasus dugaan korupsi penyertaan modal Perusda Parimo 2006, Senin (9/1). (Foto: Sudirman)

PALU – Dua mantan Sekretaris  Daerah Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, bersaksi dipersidangan pada Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Klas 1 A Palu, Senin (9/1).  Dua mantan Sekda Parimo itu yakni Taswin Borman, dan Nirman J Winter.

Keduanya bersaksi dalam perkara dugaan korupsi penyertaan modal dan dana hiba tahun 2006, pada Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Parimo. Perkara dugaan korupsi ini menjerat mantan Direktur Operasional Perusda Parimo tahun 2006, Sugendi Samundi. Kerugian negara dalam perkara ini diduga sebesar Rp 828 juta.

Kapasitas keduanya saat diperiksa sebagai saksi karena pernah sebagai mantan sekda yang pernah punya tugas atau tanggung jawab sebagai Mantan Badan Pengawas Perusda. Sebagaimana keterangannya di persidangan, saksi Taswin Borman mengaku menjabat sebagai sekda sejak tahun 2002-2006. Sedangkan Nirman J Wintar menjabat sebagai sekda sejak tahun 2009-2012.

Terkait Perusda Parimo, Saksi Taswin Borman menerangkan kalau Perusda didirikan pada tahun 2004 dasar hukumnya adalah Perda No 7 tahun 2004. Namun sejak berdiri, perusda tersebut baru mendapatkan penyertaan modal pada tahun 2006.

Penyertan modal yang diketahuinya saat itu sebesar Rp 2 miliar. “Sebagai Badan Pengawas saat itu, tugas saya diantaranya memberikan peringatan kepada direksi perusda yang tidak melaksanakan tugas sesuai ketentuan, mengesahkan rencana kerja, menerima dan mengelola keuangan,” kata Taswin Borman dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Djamaludin Ismail, SH MH. yang juga selaku wakil ketua PN Palu.

- Periklanan -

Yang diketahui saksi Taswin Borman, penyertaan modal pada tahun 2006 itu, sebesar Rp 2 miliar dikucurkan secara bertahap. Tahap awal dikucurkan sekitar  bulan Januari sebesar Rp 1 miliar, dan itu langsung ke rekening Perusda. Hanya untuk pencairan tahapan selanjutnya dia mengaku tidak menahu lagi kapan terjadi. Pasalnya sekitar bulan Maret, April, dia sudah tidak lagi menjabat selaku sekda. “Perusda ini bergerak di bidang pengelolaan persampahan, pengelolaan air kotor, perbankan, penyedian transportasi dan penyediaan prumahaan serta beberapa lagi,” sebut saksi.

Sementara itu berbeda dengan saksi Nirman J Winter, mantan sekda pemerintah Kabupaten Parimo tahun 2009-2011 ini,  sama sekali tidak banyak tahu tentang seperti apa perusda dan direksinya. Alamat kantor perusda saja saat itu dia tidak mengetahui. Apalagi bidang atau pekerjaan pekerjaan yang dilaksanakan perusda.

Ketidak tahuannya itu, karena semenjak duduk sebagai sekda dan berperan sebagai  badan pengawas perusda dia tidak pernah dilibatkan. Bahkan seperti apa pengelolaan keuangan hingga apakah perusda mendapatkan keuntungan atau sebaliknya merugi,dia tidak pernah tahu. “Diundang untuk rapat saja saya tidak pernah. Saya tidak tahu menahu karena tidak pernah dilibatkan,” katanya.

Keterangan kedua saksi ini, menuai sanggahan oleh terdakwa bahwa ada yang tidak benar. Seperti pada keterangan saksi Nirman J Winter yang mengaku tidak pernah dilibatkan disetiap kegiatan yang dilaksanakan Perusda Parimo. Menurut  terdakwa, saksi  Nirman J Winter sering diundang oleh perusda saat  ada kegiatan. Namun, sanggahan yang dilakukan terdakwa, tetap tidak mematahkan keterangan saksi Nirman J Winter, sehingga dia pun akhirnya menyebutkan kalau diundang saja tidak pernah oleh pihak perusda. Padahal dia adalah badan pengawas perusda.

Pemeriksaan mantan dua sekda ini, menutup agenda sidang pemeriksaan saksi pada hari itu. Selain keduanya ada tioga lagi yang diperiksa pada hari yang sama. Tiga saksi itu, Ahmad Alamri Direktur Utama Perusda saart ini, Fahrudin Direktur Umur, dan Yuslam Atamimi Direktur keuangan saat ini. Sidang kasus penyertaan modal pada Perusda Parimo ini berlanjut hari ini.

Agendanya masih pemeriksaan saksi. Saksi saksi yang rencananya akan dihadirkan antara lain,  PLT Sekda Parimo Abdul Razak Pokai, Kepala BPD Cabang Parigi Darsyaf Agus Slamet, Kepala Bank BTN Cabang Palu Tri Indarto, Basri Pongoliu Juru Bayar Perusda saat itu. (cdy/mul)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.