Dua Korban Pemembakan OTK di Evakuasi Secara Mandiri

- Periklanan -

DIEVAKUASI MADNIRI : Korban Firman Saat Di Evakuasi Menggunakan Sepeda Motor Oleh Warga.
(BUDIYANTO RADAR SULTENG)
POSO – Jenazah Syarifudin (25) dan Firman (17), korban tewas penembakan orang tak dikenal (OTK) di perkebunan gunung Gayatri desa Maranda kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU) telah di evakuasi di rumah duka masing-masing di Kampung Maros dusun Sipatuo desa Kilo Kecamatan PPU sekitar pukul 19.00 wita.
Evakuasi dua jenasah yang dilakukan secara mandiri oleh warga setempat ini membutuhkan waktu tiga jam sejak pukul 16.00 wita. Selain medan yang berat karena habis turun hujan, jarak tempuh TKP penembakan dari jalan poros Trans Sulawesi desa Maranda juga lumayan jauh, yakni sepanjang 8 kilometer. Evakuasi dua jenazah dilakukan dengan cara menggendong dan memboncengnya menggunakan sepeda motor.
“Dari TKP sampai jalan poros Trans Sulawesi kita bawa (jenasah) dengan diboceng menggunakan sepeda motor. Setelah itu kita bawa pakai mobil ambulans ke rumah duka,” kata warga yang minta namanya tak di korankan di rumah duka almarhum Firman.
Warga memilih mengevakuasi sendiri jenazah Firman dan Syarifudin agar cepat bisa ditangani keluarga. “Pokoknya tidak lama setelah kejadian, warga beramai-ramai naik ke kebun melakukan evakuasi,” ujar warga lainnya.
Diceritakan warga, Firman dan Syarifudin tewas saat sedang memanen buah biji kopi di kebun milik Firman yang berjarak 8 KM dari jalan poros Trans Sulawesi desa Maranda. Keduanya tewas setelah ditembus peluru yang dimuntahkan oleh OTK. Korban Firman mengalami luka tembak di bagian leher, sementara korban Syarifudin luka tembak di bagian dada. “Ada enam orang, sudah termasuk Firman dan Syarifudin, yang saat itu memanen buah biji kopi. Tiba-tiba mereka di berondong tembakan oleh OTK. Dua kena tembak dan empat orang lain selamat,” jelas warga. “Sarifudin meninggal di tempat. Kalau Firman meninggal saat di evakuasi,” lanjutnya.
Pengakuan warga Sopatuo pasca dibunuhnya Daeng Tappo dan Papa Anga oleh OTK beberapa waktu lalu, warga kampung memang selalu berkelompok kala naik ke gunung untuk berkebun. Tujuannya supaya aman dari aksi teror OTK.
Siapa empat orang warga yang lolos dari maut akibat di tembaki OTK tersebut masih dirahasiakan warga lain. Lolos dari penembakan, ke empat warga itu langsung turun kampung untuk memberitahukan pada warga. Kemudian warga beramai-ramai naik ke TKP untuk melakukan evakuasi. Terkait pemakaman korban tewas Firman dan Syarifudin, pihak keluarga merencanankan besok (Rabu) siang akan dimakamkan. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.