alexametrics Dua Kandidat Bertarung Menjadi Ketum PTMSI Sulteng – Banyumas Cyber Team
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dua Kandidat Bertarung Menjadi Ketum PTMSI Sulteng

Haji Suaeb : Bismillahirahmanirahim Saya Siap Maju dan Bertarung

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Setelah dua kali pergantian pengurus carteker Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang diberi mandat oleh Pengurus Besar (PB PTMSI) untuk melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada cabang olahraga tenis meja, namun hingga kini kegiatan tersebut belum terselenggara.

“Kami juga tidak tahu kenapa Musprov PTMSI Sulteng belum terlaksana. Tapi yang jelas sudah dua kali PB PTMSI membuat SK Carteker dan yang terakhir ini Ketua cartekernya adalah Pak Mansyur Lakoro. Semoga segera terlaksana dengan baik dan lancar,” ujar Husen, pemain senior tenis meja andalan Kota Palu, kepada Radar Sulteng, belum lama ini.

Menurut dia, tidak baik induk olahraga tenis meja yang sudah lebih 10 tahun terlilit persoalan dualisme kepengurusan di pusat sehingga prestasi atlet tenis meja berimbas tidak jelas arah.

“Apalagi ditambah dengan kepengurusan PTMSI Sulteng yang juga belum ada Ketua Umum devinitif sudah hampir setahun ini,” ucapnya.

Padahal sosok atau figur yang bisa menakhodai “kursi panas” Ketua Umum PTMSI Sulteng cukup banyak yang potensial untuk maju menjadi kandidat, seperti Pak haji Suaeb, Ketua Pengda PTMSI Kota Palu dan Pak Syafrudin Abbas (Ketua PTMSI Banggai).

“Keduanya selama ini mempunyai Perkumpulan Tenis meja (PTM) binaannya, seperti Haji Suaeb lewat PTM Satria Bima yang bermarkas di Kota Palu dan Pak Sayruddin Abbas membina PTM di kota Luwuk,” ujar Husein.

Bahkan menurut, pemain tenis meja senior lainnya di Kota Palu, Khairul, pemain binaan PTM Alitopan, bahwa kedua kandidat calon ketua umum PTMSI Sulteng tersebut yaitu Pak Haji Suaeb dan Pak Abbas sudah semakin memanas.

“Bagaimana tidak pak wartawan, sampai ada berita bahwa Haji Suaeb dibilang mundur. Padahal yang bersangkutan tidak pernah mundur. Ini apa namanya. Yang jelas sudah ada perseteruan antara dua kandidat tersebut (Haji Suaeb dan Abas, red),” tutur Khairul yang pada 30 September tahun lalu sudah berumur 56 tahun.

Sementara itu, salah satu kandidat Kuat menjadi Calon Ketua Umum PTMSI Sulteng, Haji Suaeb Moh. Ali, ST, yang berhasil dihubungi Radar Sulteng di ruang kerjanya di Kota Palu, baru-baru ini, menyatakan dirinya siap untuk maju menjadi salah satu calon Ketua Umum PTMSI Sulteng.

“Bila memang teman-teman tenis meja di daerah ini mendukung saya, maka saya hanya bisa berucap Bismillahirrahmanirrahim saya maju dan saya petarung,” ucap Haji Suaeb, seraya menambahkan,” Insya Allah saya tidak akan mengecewakan teman-teman pencinta tenis meja di kabupaten dan kota se-Sulteng yang saya sudah anggap adik, kakak, dan keluarga saya”.
Kalau mengenai berita tentang dirinya mundur dari pencalonan, Haji Suaeb secara tegas mengatakan bahwa dirinya petarung. “Saya ini pak wartawan adalah penyedia (kontraktor, red) yang lebih 30 tahun tahun tinggal di Kota Palu, namun saya juga turut serta membantu dan mendukung pembangunan di Provinsi Sulawesi Tengah melalui profesi saya. Dan wilayah itu, mulai dari ujung ke ujung, yaitu dari Luwuk Banggai, Donggala hingga kota Buol yang berbatasan dengan Gorontalo,” ucapnya seraya menambahkan,”Kota lainnya di Sulteng sudah semuanya, Palu, Parigi, Poso, Ampana, Morowali, sudah pernah mendapat sentuhan saya melalui perusahaan dan itu bentukkan kontribusi saya untuk daerah yang kini menjadi negeri kehidupan masa depan saya bersama keluarga saya dan keluarga besar tenis meja di Sulteng”.

Pantauan Radar Sulteng, dari beberapa PTM di Kota Palu dan Luwuk, menyebutkan bahwa dua Ketua Umum (Ketum) Pengda PTMSI Kota Palu dan Kota Luwuk Banggai tersebut, nama mereka sering disebut-sebut bakal maju sebagai calon Ketua Umum PTMSI Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pak Haji Suaeb banyak fansnya, karena beliau sudah beberapa kali membuat kejuaraan atau turnamen tenis meja level Kota Palu hingga Regional Sulawesi,” ucap Doktor Idris, salah satu pemain senior tenis meja di Bumi Tadulako.

Menurut mantan ketua Harian Pengprov PTMSI Sulteng itu, dirinya pernah membuka salah satu kejuaraan yang digagas Haji Suaeb. “Kalau tidak salah waktu itu beliau (Haji Suaeb, red) membuat kejuaraan tenis meja se-Sulteng pada tahun 2020 lalu. Dinilai banyak kalangan cukup berhasil karena saat itu lagi ramai-ramainya pandemi Covid-19, tapi kepanitiaannya waktu itu benar-benar menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Dan berhasil,” ucap Doktor Idris yang juga dikenal mempunyai smash tenis meja yang cukup keras.

Dari informasi yang diperoleh di Sekretariat PTMSI Kota Palu, Jln. Sapta Marga yang sekaligus markas PTM Satria Bima (dan pemiliknya adalah Haji Suaeb), bahwa kurun dua tahun terakhir ini, kejuaraan yang dilaksanakan PTM Satria Bima cukup intens. Dalam catatan Radar Sulteng, pada akhir 2020 dilaksanakan Kejuaraan Tenis Meja Piala KKIB ke-9 dengan level se-Sulawesi Tengah dan jumlah pemain lebih 80 atlet, termasuk beberapa pemain nasional.

“Saat kejuaraan itu yang buka H. Hadiyanto Rasyid (Walikota Palu sekarang, red) dan yang tutup iven tersebut pak H. Rusdi Mastura (kini menjabat Gubernur Sulteng),” beber Firdaus yang saat itu didapuk sebagai Sekretaris panitia kejuaraan tersebut.

Selanjutnya pada tahun 2021, tepatnya menyambut Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 09 September, kembali lagi PTM Satria Bima bekerjasama dengan PTMSI Kota Palu menggelar kejuaraan tenis meja yang diikuti pemain nasional dan pemain PON Sulteng yang berada di Kota Palu.

Kemudian, pada 14-15 Mei 2022, GOR PTM Satria Bima kembali menggelar Turnamen Tenis Meja Sulteng-Go yang menampilkan pemain lokal dan nasional dari dua wilayah provinsi yaitu Sulawesi Tengah dan Gorontalo. “Bahkan pemain PTM Satria Bima yaitu Ican berhasil merebut juara III pada kategori Divisi I di turnamen tersebut,” tambah Firdaus lagi.

Bahkan lapangan tenis meja PTM Satria Bima di Jalan Sapta Marga II Palu, kurun dua tahun terakhir ini menjadi tempat latihan dan menimba ilmu pemain-pemain Satria Bima dan pemain top di Kota Palu yang berlabel atlet Nasional Sulteng serta beberapa pemain Nasional yang kini menimba ilmu tenis meja di kota Jakarta, seperti Nona Della, petenis putri Sulteng asal Kota Parigi Moutong.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.