Dua JCH Sulteng Meninggal di Makkah

Ada Dua JCH Donggala Meninggal Sebelum Berangkat 

- Periklanan -

MAKKAH – Innalilahi wainailahi rojiun. Dua Jamaah Calon Haji (JCH) asal Sulawesi Tengah dilaporkan meninggal dunia, Sabtu dan Minggu, waktu Arab Saudi (WAS). Satu jamaah asal Kabupaten Banggai Laut bernama Siti Salma Husein Lamonjong dan satu lagi jamaah dari Palu Nurbia Melek Tatu. Keduanya meninggal sudah menjalankan umrah wajib yakni tawaf dan Sa’i.

Salah satu pimpinan dan petugas Pembimbing Haji Daerah (PHD) Sulteng, H Mustamin Umar kepada Radar Sulteng malam tadi, membenarkan kabar meninggalnya dua JCH asal Sulteng tersebut. Satu JCH dari Kabupaten Banggai Laut (Balut) yang tergabung Kloter 07/BPN telah meninggal dunia di Rumah Sakit Makkah. Satu lagi jamaah kloter 08/ BPN bernama Nurbia Melek Tatu asal Palu.

“ Innalillahi wainailaihi Rojiun, telah berpulang dua Jamaah Calon Haji kita asal Sulawesi Tengah dari Kabupaten Banggai Kepulauan, atas nama Siti Salma Husein Lamonjong dan jamaah asal Palu bernama Nurbia Melek Tatu, “ kata H Mustamin Umar.

Menurut H Mustamin Umar, Siti Salma Husein Lamonjong tergabung juga di regu III, RMB I, Kloter 07 Balikpapan. ‘’Yang bersangkutan meninggal dunia tadi malam di RS sekira jam 2 malam, waktu Makkah,’’ imbuh H Mustamin.

Sebelumnya TKHI Sulteng, dr Sabria Jibran melaporkan, ada 8 jamaah yang membutuhkan kursi roda. Salah satunya tercatat nama, Siti Salma Husain. Jamaah asal Banggai Laut tersebut kata Mustamin, akan dimakamkan di pekuburan umum Indonesia di Sharayya, dan rencananya disalatkan di Masjidilharam.

- Periklanan -

Sementara Ketua Kloter 08/BPN Hasyim  Alaydrus menjelaskan, meninggalnya jamaah haji asal Palu bernama Nurbia Melek Tatu sudah dilaporkan ke KKHI Makkah. Adapun kronologisnya kata Hasyim, sekira pukul, 23.00 WAS, Nurbia bersama jamaah lain melaksanakan umrah wajib (tawaf dan Sa’i) dalam keadaan sehat dan tanpa ada keluhan.

‘’Setelah tiba di hotel pamit buang air kecil dan akhirnya diketahui jatuh di lorong hotel dalam keadaan pingsan. Sempat dipanggilkan tim kesehatan namun nyawanya tidak tertolong. Diduga almarhumah terkena serangan jantung,’’ jelas Hasyim kepada Radar Sulteng, tadi malam.

Sementara itu, dikabarkan pula dua JCH asal Kabupaten Donggala telah meninggal dunia sebelum pemberangkatan menuju embarkasi Balikpapan. Pemkab Donggala, bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Donggala telah melepas secara resmi 199 orang dari rencananya 202 orang JCH. Karena dua JCH meninggal dunia, dan satunya lagi batal berangkat.

Acara pelepasan JCH yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala digelar di Wisma Donggala, Sabtu (27/7). Mengenai meninggalnya dua JCH Donggala disampaikan oleh kepala Bagian Kesra Pemkab Donggala, Muhammad, kepada koran ini. “JCH yang berangkat tahun ini sebanyak 199 orang dan tergabung dalam Kloter 10 Balikpapan,” sebutnya.

Bupati Donggala yang diwakili Asisten I, Yusuf, berpesan kepada JCH agar melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar sesuai dengan petunjuk rukun haji. Selain itu Yusuf juga mengimbau kepada JCH agar menjaga kesehatan jasmani dan rohani. “Kepada seluruh JCH Donggala, agar selalu patuh dan disiplin terhadap aturan yang berlaku demi kelancaran dan kesuksesan perjalanan serta pelaksanaan ibadah haji,” imbaunya.

Selain dihadiri oleh pejabat Pemkab Donggala, para keluarga JCH juga tampak memadati area Wisma Donggala dan sekitarnya yang terletak di Jln Diponegoro Kota Palu, Kecamatan Palu Barat.(mch/ujs)

 

 

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.