Dua ASN Pemkab Poso Diduga Selingkuh Lolos dari Sanksi

- Periklanan -

POSO-Dua orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, santer dikabarkan pernah berselingkuh. Tapi keduanya lolos dari sanksi sebagaimana pejabat dan ASN lain yang karena dugaan kasus yang sama, selingkuh, telah dinonjob. Diduga pasangan pernah selingkuh ini berinisial S dan Y. Sosok S menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di salah satu OPD strategis Pemkab Poso. Sementara Y sebagai kepala seksi (Kasi) di OPD lain juga di Pemkab Poso.

“Dulu dorang dua satu kantor. Tapi sekarang so beda kantor,” kata sumber informasi terpercaya kepada wartawan, Rabu (31/3). “Mungkin pas satu kantor itu dorang dua bahugel,” sambung sumber yang minta namanya dirahasiakan koran ini. Kabar pasangan ASN diduga selingkuh tapi lepas dari “hukuman” disiplin ASN ini sedang ramai diguncingkan di lingkup Pemkab Poso. 

Informasi yang diperoleh, S dan Y masing-masing sudah berkeluarga dan memiliki anak. Konon, suami Y dengar istrinya di duga berselingkuh sempat mencari S dikantornya. Tapi yang dicarinya tidak ditemukan karena S belum masuk kantor. 

- Periklanan -

Belum ada keterangan dari S terkait dugaan selingkuhnya dengan Y. S yang diminta konfirmasi via pesan WhatsApp (WA) tidak meresponnya. Terpisah, Y membantah kebenaran informasi dugaan pernah selingkuh tersebut. Kata dia, dirinya memang dekat dengan S, tapi itu hanya sebatas teman.

“Mungkin karena kita berteman dalam satu kantor sehingga dianggap ada selingkuh. Padahal kami hanya berteman biasa dan tidak ada hubungan yang macam-macam,” jelasnya. Disebut Y, dia dan S memang berteman dan bekerja dalam satu kantor yang sama lumayan lama, yaitu selama lebih kurang 12 tahun. “Mungkin kabar miring itu dihembuskan orang karena jabatan kami sekarang,” duganya. 

Dugaan selingkuh S dan Y ditanggapi ASN lain. Mereka meminta bupati menindak tegas keduanya, sebagaimana yang sudah dilakukannya pada ASN lain. “Sebelumnya kan ada pejabat atau ASN yang juga siduga selingkuh dan sekarang sudah nonjob. Harusnya S dan Y juga diproses dan diberi sanksi jika terbukti,” kata ASN pemkab ini.
 
Asisten III Pemkab Poso, Noly Tandawuya, yang dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan maupun informasi terkait dugaan kasus selingkuh dua pejabat di pemkab tersebut. “Belum dengar. Karena belum ada laporan, baik dari masyarakat maupun dari pasangan atau suami/istri masing-masing,” katanya saat dikonfirmasi via telepon. Tapi, lanjut Noly, jika sudah ada laporan, pasti akan diproses sesuai aturan yang berlaku.(bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.