Dua Alat Berat Diamankan dari Lokasi Tambang Ilegal

- Periklanan -

PARIMO-Dalam melakukan penindakan terhadap Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), Kepolisian Resor (Polres) Parimo berhasil
mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator.
Dua ekskavator digunakan di lokasi penambangan tanpa ijin di Desa Sijoli, Kecamatan Moutong. Aktivitas pertambangan
tersebut sangat meresahkan warga, karena berdampak terhadap sumber air, pertanian dan tambak milik warga.

Berdasarkan informasi tersebut Satreskrim Polres Parimo belum lama ini bergerak, kemudian berkoordinasi dengan Polsek
Popayato dan Polsek Moutong.
Ditemukan, penambangan sedang berjalan dengan cara land clearing dan mendatangkan dua alat berat Catterpillar kuning CT 320
yang menurut penambang disewa dari pemilik alat berat berinisial IB.

Kapolres Parimo, AKBP Andi Batara Purwacaraka menginmbau warga masyarakat agar tidak melakukan penambangan minerba illegal
atau tanpa izin dari pemerintah, baik di daerah pegunungan, kawasan hutan lindung, hutan produksi, hutan konservasi, sungai
atau di lokasi lainnya.

Para pemilik alat berat diminta untuk tidak menyewakan alat beratnya dipakai dalam kegiatan penambangan illegal.
“Karena selain melaggar aturan hukum, hal ini juga semata-mata untuk tetap menjaga dan melestarikan ekosistem lingkungan

- Periklanan -

agar tetap terjamin, tidak tercemar dan kelak masih akan dapat dinikmati oleh anak cucu kita semua,”ujarnya.
Surat himbauan dari Kapolres yang disertai sanksi telah beberapa kali dikirimkan para pemangku kepentingan diwilayah ini
hingga ke tingkat pemerintah desa.

Dalam kegiatan penambangan ilegal di Desa Sijoli, para penambang mengalihkan aliran sungai Desa Molosipat dan Desa
Persatuan untuk mengambil material emas dan pasir yang diduga mengandung emas. Akibatnya air sungai tidak melalui jalur
semestinya.

Jumlah material yang sudah terkumpul kurang lebih 700 bucket excavator. Menurut salah seorang saksi, material tersebut
sudah siap diolah untuk menghasilkan emas.
Wilayah tersebut juga diduga masuk dalam kawasan hutan lindung. Salah seorang warga Desa Moutong berinisial M yang diduga
sebagai pendana tidak dapat menunjukkan Izin Usaha Pertambangan dari Dinas terkait serta Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan
(IPPKH) dari Menteri Kehutanan.

Dua alat berat tersebut saat ini diamankan di Mako Polres Parimo. Para terduga pelaku penambangan ilegal dikenakan pasal
berlapis, pasal 158 uu nomor 3 tahun 2020 perubahan tentang uu nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu
bara dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 milliar.

Pasal 89 ayat 1 huruf a uu nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan perusakan hutan dipidana dengan pidana penjara paling
singkat 3 tahun dan paling lama 15 thun dan denda 1 milliar 500 juta rupiah.(iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.