DPRD Sigi Pertanyakan Nasib Honorer yang Dirumahkan

- Periklanan -

Ilustrasi tenaga honorer. (@jpnn.com)

SIGI–Terkait penyeleksian kembali para tenaga honorer yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, melahirkan pertanyaan dari berbagai kalangan, antara lain dari anggota DPRD Sigi.

“Kami hanya meneruskan aspirasi masyarakat, untuk mempertanyakan ke Pemkab Sigi, bagaimana nasib para tenaga honorer yang nantinya tidak lagi terpakai,” kata Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Sigi, Nazir, mewakili rekan-rekannya, baru-baru ini.

Dari ribuan tenaga honorer yang diberhentikan atau dirumahkan, kata dia, selanjutnya akan dilakukan seleksi kembali sesuai kebutuhan Pemkab Sigi di tahun 2017 ini. Karena itu harus diperhatikan untung ruginya, ada honorer yang terpaksa harus menganggur. Atas prakiraan itu, melahirkan berbagai pertanyaan sekaligus sorotan kritis dari kalangan masyarakat. “Kami sebagai wakil rakyat, wajib meneruskan pertanyaan ini ke Pemkab Sigi, dengan cara meminta penjelasan atas permasalahan tersebut,” tandasnya.

- Periklanan -

Para tenaga honorer tersebut, lanjutnya, merupakan putra dan putri Sigi, yang berhak disejahterakan nasibnya. Ia sangat berharap, lahir kebijakan Pemkab Sigi, dari tangan Bupati Moh Irwan Lapata bersama Wakil Bupati Paulina, dalam rangka merasionalisasikan anggaran daerah. Setidaknya, ada sedikit pertimbangan dan perhatian dalam upaya penanganan terhadap  honorer yang dirumahkan.

Selain  itu, terkait pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, beberapa waktu lalu, dirinya mempertanyakan apakah sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. “Kami mempertanyakan sekaligus meminta penjelasan terkait pelantikan para pejabat, apakah sudah sesuai dengan mekanisme yang ada ? Karena, di satu sisi, ada para pejabat yang terpaksa dinonjobkan. Apakah, sudah tidak layak, dan tidak ada peluang lagi mendapatkan jabatan,” ujarnya bertanya.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi, Basir Lainga, mengatakan, bahwa terkait dirumahkannya ribuan tenaga honorer khususnya di Sigi, itu bertujuan untuk merasionalisasikan anggaran yang selama ini terkesan mubazir.

“Tenaga honorer yang ada di Sigi sebelumnya, sudah terbilang membludak. Sehingga sangat menguras anggaran daerah. Untuk itu, Pemkab Sigi berinisiatif untuk merumahkan para tenaga honorer demi tujuan untuk membangun Sigi lebih maju lagi, ” tutur Basir.(sur)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.