Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DPRD Palu Tidak Ingin Siga dan Sampolu Digunakan Sembarangan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Hamsir (Foto:ZainudinJacub)

PALU – Kebijakan Wali Kota Palu soal penggunaan Siga, sempat menjadi perdebatan para Wakil Rakyat dalam sidang paripurna DPRD Palu, Kamis lalu.

Ini bermula dari  pernyataan Anggota Dewan dari Fraksi Golkar MJ  Wartabone yang meminta dibuat surat edaran tentang kewajiban  penggunaan siga bagi anggota DPRD.

Pernyataan Wartabone, langsung memantik reaksi dari Ketua Fraksi Hanura Hamsir BE yang menyatakan, DPRD Palu bukan lembaga yang harus selalu  menuruti ketentuan Wali Kota.

Menurut Hamsir tidak boleh ada surat edaran soal penggunaan Siga di DPRD Palu.”Kalau himbuan boleh tapi saya tetap  tidak mau menggunakan Siga,” katanya.

Sebelumnya Wali Kota telah mengeluarkan edaran ke ASN di lingkungan Kota Palu soal penggunaan Siga dan sampolu bagi wanita setiap hari Kamis.

Sementara Hamsir yang dihubungi kemarin menyatakan, pernyataan bukan karena bukan karena dia menolak penggunaan Siga.

“Menurut saya jika kita di DPRD Palu ingin menggunakan Siga , maka jangan diatur dengan surat edaran. Tapi tata tertib DPRD yang harus diubah,” kata Hamsir.

Hamsir mengatakan, ia juga mempersoalkan edaran penggunaan siga dan sampolu. Karena tidak ingin Siga dan Sampulo digunakan .

“Saya ini adalah masyarakat beradat yang sering menggelar acara adat. Sampolu itu tidak bisa dipakai sembarangan dia hanya bisa dipakai acara-acara adat. Jangan seperti yang kita lihat saat pembahasan LKPj di dewan,  ada salah satu pejabat  Pemkot  yang hadir  menutup kepalanya dengan sampulo. Namun dia memakai rok mini. Itu berarti Sampolu dipakai sembaranga. Inilah yang membuat saya meminta kepada Pemkot untuk berhati-hati mengeluarkan surat edaran seperti itu,” jelasnya.(zai)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.