DPRD Palu Ramai-Ramai Soroti Sampah

- Periklanan -

BUTUH KOMITMEN: Menyelesaikan masalah sampah di Kota Palu, pejabatnya tidak perlu keluar melakukan studi bandimg, yang dibutuhkan adalah komitmen dan program yang tepat sasaran. (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Tidak mau kalah dengan Komisi C yang belajar soal pengelolaan sampah di luar Kota. Komisi B juga pekan lalu  melakukan kunjungan ke luar Kota untuk belajar soal sampah.

Hanya saja jika Komisi C melakukan studi banding ke Makassar. Anggota dari Komisi B melakukan studi banding ke Balikpapan.

“Balikpapan kan adalah Kota terbersih makanya kami perlu belajar ke sana soal bagaimana penanganan sampah di sana,” kata Ridwan.

- Periklanan -

Menurut Ridwan, dalam kunker ini selain berdialog dengan Pemerintah setempat pihaknya juga turun melakukan peninjauan ke tempat pengelolaan sampah yang ada di sana.

“Di sana juga melihat batas waktu pembuangan sampah hanya jam 6 pagi. Jika masih ada sampah yang dibuang setelah jam 6 pagi maka warga yang akan didenda,” kata Ridwan.

Ketika ditanya apa yang akan diterapkan di Palu dari kunker, Ridwan yang juga Anggota Badan Pembentukan Perda ini menyatakan, setelah ini akan ada rencana untuk merevisi Perda tentang Pengelolaan Sampah tersebut.

“Dari kunker ini kami berharap apa yang kami lihat di Balikpapan itu bisa diterapkan di Palu,” katanya.

Menurutnya yang membedakan antara masyarakat Palu dengan masyarakat Balikapapan soal kebersihan Kota adalah pada soal kedisiplinan masyarakat. “Di sana masyarakat sangat disiplin sekali tidak membuang sampah disebrang, apalagi di selokan-selokan. Demikian juga dengan jadwal pembuangan sampah benar-benar dipatuhi masyarakat dan ini menjadi pekerjaan rumah Pemkot jika ingin Kota Palu bersih seperti kota yang lain,” ujar Ridwan.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.