DPRD Palu Nilai Pengangkatan Direktur PT CNE Tidak Sah

- Periklanan -

Ridwan Ali Muda (Foto: Zainudin Jacub)

PALU –  Komisi B DPRD Palu, menganggap pengangkatan Direktur PT Citra Nuansa Elok (CNE) yang baru tidak sah. Olehnya itu Komisi B tidak mengakui Muhammad Sandiri Memet sebagai Direktur CNE.

Anggota Komisi B Ridwan Alimuda menyampaikan hal tersebut kemarin di ruang Komisi B. Menurutnya, sesuai rekomendasi BPK, pergantian Direktur PT CNE harus melalui proses fit and proper test oleh DPRD.

“Sebab saham di di PT CNE adalah saham pemerintah sebesar 96,6 persen sementara saham swasta hanya 1,4 persen,” kata Ridwan.

Olehnya, Direktur PT CNE yang sekarang kata Ridwan tidak bisa langsung menjabat, karena harus melalui persetujuan  DPRD. Di mana nama-nama yang harus diajukan  Pemkot minimal dua orang.

- Periklanan -

“Pengangkatan Direktur Badan Usaha Milik Daerah harus melalui persetuan DPRD terutama melalui komisi terkait,” katanya.

Lalu tentang info yang menyebutkan Mal Tatura akan bangkrut kata Ridwan  tidak benar.  Justru Komisi B menganggap Karman Karim beserta krunya adalah berprestasi.

“Prestasinya adalah menghidupkan kembali PT CNE Perusahaan Pengelola Mal yang sudah mati. Saat Pak Karman menjadi Direktur,  Mal Tatura  memiliki kredit macet di Bank sebesar Rp65 miliar. Oleh Pak Karman kredit tersebut mampu dilunasi pada 2016 lalu,” terangnya.

Kemudian Mal Tatura kata Ridwan, mampu menghasilkan laba. Untuk Posisi 30 November 2017 PT CNE memiliki uang cash (tunai) sebesar Rp1,8  miliar lebih. Saat ini, uang tersebut ada di kas PT CNE.

”Di mana bangkrutnya. Justru kita memberikan apresiasi kepada Pak Karman Karim. Sebab barang yang sudah mati bisa diperbaiki oleh beliau,” katanya.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.