DPRD Palu Kritisi Alokasi Anggaran Palu Nomoni 2016

- Periklanan -

Anggota Pansus Danawira Asri mempertanyakan alokasi anggaran Rp 540 juta untuk Lalove dan gimba.dalam rapat Pansus LKPj Wali Kota di Ruang Paripurna DPRD Palu, Kamis (23/3). (Foto: Zainudin Jacub)

PALU  – Pengalokasian anggaran untuk Festival Palu Nomoni 2016 dipersoalkan oleh DPRD Kota Palu. Pasalnya tahun lalu banyak alokasi yang dianggarkan  untuk membiayai  program ini, namun keberadaan dana yang dialokasikan tersebut tidak jelas.

Salah satunya adalah keberadaan anggaran hasil pengalihan program Daerah Pemberdayaan Masyarakat  (PDPM) 2016.

Menurut sejumlah anggota dewan, tidak jelas dititip di program belanja mana anggaran yang dialihkan dari  program PDPM tersebut. Dalam APBD maupun APBD-P 2016  Dewan sama sekali tidak tercantum tentang anggaran PDPM yang dialihkan tersebut.

Menurut Anggota Pansus LKPj, Armin Soputra ST, pada 2016 setiap Kelurahan di Palu mendapat alokasi dana PDPM sebesar Rp100 juta. Namun dengan alasan untuk mendukung kegiatan Festival Pesona Palu Nomoni , setiap kelurahan hanya mendapat dana PDPM sebesar Rp60 juta.

“Rp 40 juta dari tiap Kelurahan lagi dialihkan untuk mendukung kegiatan Festival Palu Nomoni. Karena di Palu ada 45 Kelurahan, berarti total dana PDPM yang dialihkan untuk kegiatan Palu Nomoni adalah sebesar Rp1 miliar,” kata Armin lagi, Kamis (23/3).

- Periklanan -

Yang jadi masalah kata Armin, tidak jelas masuk  di program mana anggaran PDPM yang dialihkan tersebut.  “Kepala Dinas Sosial yang kami tanyakan mengenai anggaran ini mengaku tidak tahu dengan alasan dulu pemberdayaan belum bergabung dengan Dinas Sosial,” kata Armin.

Olehnya itu kata Armin, dia meminta mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat untuk dihadirkan di hadapan anggota Pansus.

“Terus terang selaku bendahara PDPM di Kelurahan Palupi saya malu dengan masyarakat. Karena sebelumnya di PDPM sudah menjanjikan akan membantu pengadaan etalase untuk berjualan kue ke masyarakat kurang mampu. Tapi tidak jadi karena anggarannya dialihkan,” jelasnya.

Sebelumnya dalam rapat kemarin Panitia Khusus (LKPJ Walikota juga mempertanyakan dasar alokasi dana APBD sebesar Rp 540 juta untuk pengadaan alat musik lalove dan gimba. Menurut anggota pansus Danawira Asri, pengunaan anggaran tersebut tidak masuk dalam rencana pengunaan APBD 2016.

Olehnya kata Danawira  Pansus mempertanyakan darimana regulasi Pemkot  mengunakan anggaran APBD yang cukup besar tersebut untuk digunakan pada pelaksanaan festival Palu Nomoni.

Seharusnya kata Danawira, APBD tersebut dibelanjakan sesuai recana belanja yang sudah ditetapkan, karena setiap pengunaan APBD tersebut sudah diperdakan. “Kalau ada di luar rencana belanja, tentu itu menjadi pelanggaran aturan,” jelas Danawira.

Hamsir salah seorang  anggota pansus juga menambahkan, anggaran Rp 540 juta tersebut memang tidak masuk dalam rencana belanja APBD maupun APBD-Perubahan. Menurutnya, susunan rincian pengunaan anggaran banyak mengundang pertanyaan dari dewan. (zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.