DPRD Nilai Kerjasama Pemkot Palu dengan Boras Kurang Efektif

- Periklanan -

Muhammad Iqbal Andi Magga (Foto: Zainudin Jacub)

PALU  – Kerja sama pengelolaan sampah antara Pemkot Palu dengan Pemerintah Kota Boras Swedia dinilai kurang efektif oleh Legislator DPRD Kota Palu.

Olehnya itu Ketua DPRD Palu Muhammad Iqbal Andi Magga SH, meminta kerjasama pengelolaan sampah dievaluasi.

“Jika hasil kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Boras hanya seperti ini hasilnya, itu tidak efektif namanya. Kita ingin kerjasama itu memberi hasil yang lebih Kota Palu , ” tandas Muhammad Iqbal di ruang kerjanya pekan lalu.

Dikatakan Politisi Partai Golkar ini, sebenarnya ada beberapa alternatif untuk pengelolaan sampah. “Dari pada dibuat biogas dengan cara menumpuk sampah dalam skala besar seperti itu tentunya akan membutuhkan lahan yang cukup luas dan hasilnya juga tidak maksimal,” kata Iqbal.

Lima tahun lagi jika sampah terus ditumpuk seperti itu kata Iqbal maka lokasi tersebut tidak mampu menampung sampah dari Kota Palu. Olehnya harus dicari alternatif lain untuk pengelolaan sampah ini.

- Periklanan -

Makanya saran  Iqbal  solusi yang paling tepat dalam pengelolaan sampah di Palu  adalah menggunakan sistem pembakaran. “Dari pada ditimbun-timbun hasilnya juga tidak maksimal kenapa tidak dicoba dengan teknologi pembakaran,” katanya.

Apalagi ungkap Iqbal  di Indonesia sudah ada teknologi pembakaran sampah yang dikembangkan oleh ITB. “Kalau dengan sistem bakar  ,tidak perlu lagi menumpuk sampahnya. Untuk pembakaran  hanya membutuhkan areal kurang lebih 20 meter persegi.

“Jadi kalau untuk kota palu yang 200 meter kubik sampahnya perhari  cukup menggunakan dua mesin. “Apalagi limbahnya hanya 0,03 persen,” pungkas Iqbal.

Kerjasama antara Pemerintah Kota Palu dengan Pemerintah Kota Boras dilakukan sejak 2008 lalu. Dalam kerjasama ini sampah Kota Palu akan dijadikan dijadikan biogas atau biofuel.

Dalam pengelolaan sampah menjadi  sumber energi Boras adalah Kota Pelopornya. Terkait kerjasama ini Pejabat Pemkot dan DPRD sudah berulang-ulang melakukan kunjungan ke sana.

Kunjungan terakhir dilakukan pada akhir tahun lalu, di mana pada saat itu Pemkot memaparkan program Kebutuhan pengelolaan sampah dengan output energy listrik yang lebih besar dan bisa mencapai 10 megawatt.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.