Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DPRD Bentuk Pansus Penjaringan Wagub Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BENTUK PANSUS : Ketua dan pimpinan DPRD Sulteng saat membahas pembentukan Pansus yang akan memproses pencalonan Wagub Sulteng, dalam sidang paripurna, Senin (9/1). (Foto: Muchsin Sirajuddin)

PALU – DPRD Sulteng di masa sidang pertama di tahun 2017 telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menggodok dan memproses calon Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng menggantikan almarhum Sudarto SH MH yang wafat pada 1 Oktober 2016 lalu.

“Dengan ini kami secara resmi membetuk tim Pansus, yang akan membahas penggodokan calon Gubernur Sulawesi Tengah, yang akan menggantikan almarhum Sudarto SH MH, guna melanjutkan sisa periode masa jabatan tahun 2016-2021, ” kata Ketua DPRD Sulteng Prof Aminuddin Ponulele, yang membuka rapat paripurna, Senin (9/1).

Dalam sidang itu, Ketua yang didampingi Wakil Ketua I Dr Alimuddin Paada dan Wakil Ketua II Drs H Akram Kamaruddin, berhasil membentuk tim Pansus yang diketuai Zainuddin Tambuala, akan bekerja hingga terpilihnya Wakil Gubernur Sulteng, yang akan dilantik secara bersamaan dengan Gubernur dan Wagub terpilih se Indonesia, pada bulan Maret 2017 nanti.

Tak ada penjelasan detail yang diberikan Ketua Aminuddin Ponulele saat rapat paripurna, sebab setelah membentuk Pansus ketua langsung mengetuk palu dengan menyatakan sidang akan dilanjutkan tanpa memberikan jangka waktu yang pasti. Selanjutnya ketua tim pansus mengundang anggotanya rapat di ruang VIP B DPRD.

Wakil Ketua II DPRD Sulteng, H Akram Kamaruddin, yang dikonfirmasi usai pembentukan Pansus, menjelaskan tugas tim Pansus, adalah menyusun jadwal pemilihan calon Wagub Sulteng, juga akan membahas kriteria calon yang mekanismenya diusulkan oleh partai-partai pengusung, yaitu Partai Gerindra, PAN, PPP, PKB dan PBB. “ Lima partai yang masuk dalam partai pengusung Pilkada Gubernurlah yang akan mengusulkan dua nama calon Wagub. Yah dalam aturan hanya menyebutkan dua nama, tidak ada sebutan minimal atau maksimal calon. Hanya disebutkan secara tegas dua nama calon, “ papar Akram.

Sejauh ini, tambah Akram, pihak dewan masih menunggu usulan nama calon dari Gubernur Sulteng yang pernah menggelar rapat sebanyak dua kali. Dewan ingin mengetahui sekaligus mensinergikan calon yang diajukan Gubernur selaku user, dengan nama calon yang akan diajukan oleh partai pengusung. “ Kami saat ini masih menunggu nama-nama calon Wagub yang diusulkan oleh Gubernur, “ ujarnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.