DPRD Akan Bantu Perjuangkan Pembangunan Asrama Pantai Timur

- Periklanan -

Aksi unjukrasa yang dilakukan mahasiswa dan pemuda di kantor DPRD Parimo yang salah satu tuntutannya adalah meminta pembangunan kembali asrama Pantai Timur di Palu. (foto: aslan)

 

PARIMO-Pihak DPRD Parigi Moutong (Parimo) berjanji akan memperjuangkan pembangunan asrama Pantai Timur di Jalan S Parman Palu. Pasalnya asrama yang dihuni oleh mahasiswa asal Kabupaten Parimo tersebut dinilai sudah tidak layak huni. Pernyataan itu disampaikan sejumlah anggota dewan ketika menerima para mahasiswa yang berunjuk rasa di DPRD Parimo baru-baru ini.

Ade Arden, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pantai Timur yang mengaku tinggal di Asrama Pantai Timur dalam dialog dengan anggota dewan mengatakan, mahasiswa Parimo yang berdomisili di asrama Pantai Timur menuntut penerbitan alas hak atau sertifikat tanah di asrama Pantai Timur yang telah dijanjikan Pemkab Parimo akan diterbitkan paling lambat akhir tahun 2016 lalu. Namun kenyataannya hingga kini sertifikat yang dimaksud belum diterbitkan. Selain itu kata Ade Arden, kondisi bangunan asrama Pantai Timur yang dibangun sejak Kabupaten Parimo masih menjadi wilayah Kabupaten Donggala sudah rapuh dan tidak layak huni.

- Periklanan -

“Tuntutan kami agar dibangun asrama yang layak huni bagi mahasiswa dan meminta segera dianggarkan oleh Pemkab Parigi Moutong. Kami meminta anggota dewan agar mendesak Pemkab Parigi Moutong untuk menerbitkan alas hak dan membangun asrama yang layak huni untuk mahasiswa dan pelajar dari Parigi Moutong,”ujar Ade Arden sambil menyerahkan foto-foto kondisi bangunan asrama.

Anggota DPRD Parimo, Sugeng Salilama yang memimpin dialog dengan mahasiswa mengatakan, akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dan akan dibahas di tingkat paripurna. Bahkan Dia bersama beberapa anggota dewan lainnya akan meninjau langsung asrama yang dinilai sudah tidak layak huni tersebut. “Kami akan tindaklanjuti tuntutan kalian. Bila perlu kami siap meninjau langsung untuk melihat kondisi bangunan asrama tersebut,”ujar Sugeng.

Hanya saja kata Sugeng, pihaknya hanya sebatas menyampaikan aspirasi, karena penentu kebijakan adalah Pemkab Parimo. Namun Dia berjanji DPRD akan memperjuangkan keinginan para mahasiswa tersebut. (aji)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.