DPP PAN Tak akan Tegur Wawali Palu Soal Rambutnya

- Periklanan -

PALU- Penampilan Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said, alias Pasha selalu mengundang perhatian netizen. Bukan soal penampilannya yang selalu tampil seperti anak gaul, tetapi statusnya sekarang yang harus disesuaikan.

Penampilan gaya rambut Pasha dalam satu kesempatan di Kota Palu belum lama ini. (Foto: Mugni Supardi)

Gaya skin fade yang dikuncir belakang khas anak gaul ini pun mendapat komentar dari Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad), Dr Slamet Riyadi Cante MSi.

Menurutnya, seharusnya penampilan Pasha biasa-biasa saja. Tidak perlu terlalu berlebihan seperti waktu dirinya menjadi vokalis band.

Baginya, seharusnya Pasha bisa menyesuaikan dengan statusnya yang sekarang adalah pejabat publik. Yang dikhawatirkan, jangan sampai staf atau PNS lain akan mengikuti gaya rambut Pasha yang seakan berlebihan.

“Jangan sampai staf mengoreksi dan mengikutinya. Pasha yang dipilih dan diamanatkan sebagai Wakil Wlikota seharusnya bisa menyesuaikan diri. Ketika diposisikan sebagai pejabat publik, maka ia harus memposisikan diri juga dan mematuhi adat dan istiadat berpenampilan yang tidak perlu berlebihan,” terangnya kemarin (22/1).

Dr Slamet Riyadi akui, secara aturan gaya rambut memang tidak diatur. Namun sudah menjadi konsekuensi sebagai pejabat publik dan akan memberikan contoh, Pasha harus memperlihatkan keteladanan kepada masyarakat termasuk cara-cara berpakaian atau berpenampilan.

“Tampil biasa-biasa saja, cara berpakaian maupun gaya rambut,” sebutnya.

Selain itu, gaya rambut yang dianggap berlebih jangan sampai tidak sesuai dengan kinerja sebagai pejabat publik. Tampil modern boleh-boleh saja, asalkan kinerja dan perilaku sehari-hari dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

“Lebih bagus tampil biasa-biasa saja,” pungkasnya.

Hal itu pun lantas menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Menurut Tjahjo gaya rambut terbaru Pasha ini, sebetulnya tidak menyalahi aturan terkait gaya potongan rambut kucir itu.

“Menurut saya, Pasha sebagai kepala daerah dari foto yang beredar tidak menyalahi UU atau peraturan,” ujar Tjahjo dalam pesan singkat, Senin (22/1) kepada jawapos.com (radar sulteng group).

- Periklanan -

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut juga mengaku, yang dilarang atau melanggar paraturan apabila Pasha rambutnya gondrong.

“Potongan rambut wajar, mau cepak, mau gundul sah-sah saja, yang diatur tidak boleh gondrong,” pungkasnya.

Selain itu, warganet pun banyak yang nyinyir mengenai gaya rambut terbaru Pasha sebagai Wakil Wali Kota Palu ini.

“Apakah pantas seorang pemimpin berpenampilan seperti itu, harusnya pemimpin memberi contoh yang baik bukan seperti itu,” tulis @alghifaryanwar.

“Itu wakil wali kota rambutnya seperti itu modelnya, yang mau dicontoh dari dia selaku pejabat publik apanya ya,” kata @nanik_wiqdad

“Yaelah centong ketupat sayur banyak belagu,” kata @eqikhsan.

“Sosok pemimpin harus memberikan contoh yang baik, salah satunya hal sederhana adalah kerapihan, bukanlah dari sekolah dasar aja sudah dididik untuk rapi, dari segi rambut misalnya,” @ansyah.fachzy.

Menanggapi terkait gaya rambut Pasha yang kontroversi, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto mengatakan, tidak ada yang salah dilakukan oleh kader partai berlogo matahari tersebut.

“Kan tidak diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN), persoalan etika atau tidak etis itu soal cara pandang saja,” ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/1).

Oleh sebab itu, Anggota Komisi II DPR ini mengaku‎ perlu dibuat aturan gaya rambut seperti apa yang boleh dilakukan, sehingga masyarakat tidak nyinyir.

“Misalkan dibuat enggak boleh rambut palsu, enggak boleh botak, dicat, dibuat saja nanti dibahas di Komisi II,” katanya.

Untuk itu PAN mengaku tidak akan menegur Pasha mengenai gaya rambutnya tersebut. Pasalnya mantan vokalis Ungu ini notabenenya adalah seoarang seniman. Terlebih tidak ada peraturan yang dilanggar.

“Dia kan seorang seniman, suka tampil beda, kalau dipersoalkan Kemendagri harus buat PP tentang rambut,” katanya. (jcc/ce1/gwn/JPC)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.