alexametrics Dosen Unismuh Palu Kutuk Tindakan Represif Aparat – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dosen Unismuh Palu Kutuk Tindakan Represif Aparat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Aksi pengamanan massa yang dilakukan Kepolisian RI (Polri) secara represif menimbulkan pendapat pro kontra. Ada masyarakat menyebut bahwa wajar bila institusi Polri bertindak represif dalam melakukan pengendalian massa aksi di unjukrasa mahasiswa yang tergabung dalam berbagai perguruan tinggi di Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, dan juga di hampir seluruh kabupaten di Sulteng secara serentak melakukan penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Beberapa kejadian terekam dalam aksi pengendalian massa tersebut. Di media sosial (medsos) yang disebar di Facebook maupuan di WhatsApp (WA) berseliweran gambar-gambar pengendalian massa aksi yang bentrok dengan aparat Polri.

Selain serang menyerang lempar batu dari mahasiswa juga dibalas serangan Water canon semprotan air berkekuatan besar ke arah mahasiswa, yang menuntut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menerbitkan Perppu terhadap Undang-undang Omnibus Law yang baru saja disahkan di DPR RI, Senin (5/10) lalu. Juga, begitu banyak gambar video yang memperlihatkan aksi represif aparat kepolisian dalam mengendalikan massa aksi.

Menyikapi tindakan aparat yang “super represif” seperti itu, Kepada Radar Sulteng, akademisi dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Muh. Rizal Masdul, S.Pdi., M.Pd, mengecam keras aksi brutal dan tak terkendali yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota Polri saat melakukan pengendalian dan pengamanan massa aksi yang menolak Undang-undang Cipta Kerja tersebut.

“Saya sangat mengutuk keras tindakan represif aparat, saya minta untuk diusut tuntas. Bukannya melindungi dan mongayomi, aparat malahan membabi buta memukul. Ini perlu di evaluasi protap kepolisian dalam menghadapi masa aksi, “ kata Muh. Rizal Masdul, Jumat (9/10).

Rizal mengirim kepada Radar Sulteng salah satu video yang memperlihatkan beberapa terduga oknum anggota Polri yang mengamankan jalannya aksi unjuk rasa dengan kekerasan. Salah seorang mahasiswa berjeket biru ditendang aparat, hingga beberapa kali oleh oknum terduga anggota Polri. Padahal mahasiswa tersebut sudah menyatakan bukan dirinya. “ Bukan saya, bukan saya, “ teriaknya. Tetapi tetap mendapatkan tendangan bertubi-tubi dari aparat itu.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.