Dosen Muda Unismuh Diberi Wawasan Ke-Muhammadiyaan

- Periklanan -

WAWASAN TARJIH: Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, Muh Djaiz, saat memaparkan materi tentang Manhaj Tarjih di arena Baitul Arqam bagi dosen muda Unismuh Palu, Minggu (7/1). (Foto Hanif)

PALU – Selama tiga hari, puluhan dosen muda Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, mengikuti Baitul Arqam. Kegiatan yang terlaksana berkat kerjasama Unismuh Palu dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng itu, bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman tentang ke-Muhammadiyaan kepada para dosen muda.

Rektor Unismuh Palu, DR H Heru Wardoyo, SH MH, menitip pesan kepada para peserta. Hendaknya, pengalaman yang diperoleh selama Baitul Arqam, harus diaplikasikan. Meskipun diakui Rektor, bahwa waktu pelaksanaan sangat singkat, sehingga belum semua hal-hal tentang Muhammadiyah, bisa disampaikan kepada para peserta.

“Khusus bagi yang telah memperoleh predikat terbaik, diharapkan terlibat dalam kegiatan Baitul Arqam berikutnya,”kata Rektor Unismuh, saat menutup kegiatan, Minggu (8/1).

- Periklanan -

Baitul Arqam bagi dosen muda Unismuh Palu, dilaksanakan selama tiga hari dan berakhir Minggu kemarin. Narasumber yang diundang sebagai pemateri, adalah pengurus PW Muhammadiyah Sulteng, jajaran pimpinan di Unismuh Palu, serta beberapa instruktur nasional.

“Unismuh Palu, insya Allah, akan terus menggelar kegiatan baitul arqam. Pesertanya, bukan hanya dosen, tapi juga pegawai,”kata Rektor lagi.

Ketua Panitia Baitul Arqam, Ir Muh Syaifuddin Nasrun, MP, mengatakan walaupun waktunya sangat singkat, namun peserta mengaku banyak mendapatkan wawasan baru. Khususnya terkait dengan wawasan ketarjihan. Katanya, setelah Baitul Arqam, akan ditindaklanjuti lagi melalui pengajian, seperti pengajian rutin dosen yang digelar setiap bulan oleh Unismuh Palu.

“Melalui Baitul Arqam, para dosen itu otomatis sudah menjadi warga Muhammadiyah, sehingga mereka diharapkan melakukan tuntutan ibadah sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Juga jangan sampai, melakukan ibadah di luar tuntunan Islam. Misalnya, ketika dihadiri tahlilan, maka sebaiknya dihindari untuk hadir,”tandasnya.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.