Dosen M Sebut Hanya Berkawan

Minta Pulihkan Nama Baik dan Akan Laporkan Istrinya ke Polisi

- Periklanan -

PALU – Oknum dosen pria di Prodi Kesehatan Masyarakat di Universitas Tadulako (Untad), yang menolak menyebutkan namanya dan diinisial M (34), membantah semua tudingan dan pernyataan istrinya NN (33) seperti yang diberitakan kemarin, Senin (23/9).

M yang mendatangi Radar Sulteng Senin kemarin bersama R alias M yang disebutkan dalam pemberitaan yang digerebek bersama M di sebuah homestay mengatakan, apa yang disampaikan istrinya NN dalam pemberitaan tersebut tidak benar. M menyebut tudingan soal digerebek tidak benar. “Kesannya kalau bahas digerebek itu semacam kami didatangi dan didapati kami melakukan asusila. Kami berpakaian lengkap tidak seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan. Bahkan kami sudah lakukan visum dan hasilnya tidak ada kontak seksual,” jelasnya.

M dan R juga membantah jika mereka berdua disebut ada hubungan khusus dan menegaskan bahwa mereka hanya berkawan. Malam itu, kata M, dia dan R sedang menunggu beberapa kawan lain yang sudah janjian hendak menonton bareng sepak bola di kos itu. “Jam yang disebutkan dalam pemberitaan pukul 23.30 juga tidak benar. Itu baru di bawah jam 10 malam dan kami malam itu bukan di homestay tapi di kos. Kesannya kalau disebut digerebek di homestay sepertinya kami sudah melakukan hal-hal diluar kewajaran. Padahal kami hanya berkawan,” tegasnya lagi.

- Periklanan -

M juga mengaku jika hubungannya dengan istrinya NN saat ini telah renggang dan sedang proses gugatan perceraian. Tidak benar jika dia juga dituding istrinya tidak lagi membiayai anak-anaknya. “Itu mengada-ada saya dibilang tidak biaya lagi anak-anak. Saya tetap membiayai anak-anak saya,” tandasnya.

Terkait pemberitaan tersebut, M meminta agar meluruskan semua tudingan dan membersihkan nama baiknya bersama R alias M, juga membersihkan nama baik institusi Universitas Tadulako (Untad) khususnya Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan pascasarjana Prodi Matematika. Menurut M dia istrinya NN memang sedang bermasalah, tapi jangan membawa masalah pribadi ke publik secara terbuka dengan memberitakannya.

Apalagi sampai menyebut nama institusi Prodi Kesmas dan Pascasarjana. “Kami berdua hari ini (kemarin) akan langsung melaporkan ke Polda Sulteng. Selain pencemaran nama baik dan pemulihan nama baik institusi Kemas dan Pascasarjana Untad. Kami juga akan melaporkan undang-undang ITE, karena NN sudah ikut memviralkan pemberitaan tersebut dengan membagikan ke group WA,” ucapnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.