Dosen BLU Untad Terima SK dari Rektor

- Periklanan -

Rektor Untad, Prof Muhammad Basir Cyio, menyerahkan secara simbolis SK pada dosen tetap BLU, yang berlangsung di lantai II Gedung IT Center Untad, Senin (24/7). (Foto: Humas Untad)

PALU – Sebanyak 55 Dosen Tetap Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Tadulako (Untad) yang diterima tahun ini, telah menerima Surat Keputusan (SK). Penyerahan itu dilakukan secara simbolis oleh Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MS, di lantai II gedung IT Center Untad, Senin (24/7).

Dalam sambutannya, Prof Basir, menyampaikan bahwa dilakukannya penyerahan SK tersebut maka 55 dosen tetap BLU resmi bergabung dengan dosen senior-senior yang ada di lingkup Untad.

“Jangan setelah diterima sebagai dosen BLU biar senior menyuruh sudah tidak mau. Walaupun kita sama-sama ada di komunitas ini, tapi harus tahu diri paling tidak soal usia, jadi jangan lihat status tapi lihat usia,” pesan rektor.

- Periklanan -

Hal itu ditekankannya, bukan sebagai perintah tapi itu adalah bagian dari pendekatan sosial yang harus dibagi. “Ini bukan perintah,” jelasnya.

Sebagai Rektor Untad, ia mengingatkan pada dosen BLU di dunia kampus harus menerima perubahan sosial yang ada dengan mahasiswa zaman sekarang. Olehnya diharapkan para dosen untuk melakukan pendekatan yang lebih fleksibel.

“Karena mereka ini bukan lagi zamannya kita waktu itu dan itu harus dipahami. Bahwa anak-anak kita tidak semua sesuai harapan kita,” terangnya.

Menurutnya Rektor, menjadi seorang dosen zaman sekarang yang paling penting harus menguasai IT. Makanya dosen agar tidak ketinggalan dari segi IT. “Saya banding-bandingkan pengetahuan IT mahasiswa sekarang ini sangat menguasai IT, jangan sampai adik-adikku ini tertinggal jadi saya mohon terus memperkuat bidang IT,” imbuhnya.

Selain penyerahan SK, di kesempatan itu juga dilakukan pengarahan mengenai Permenristekdikti nomor 2 tahun 2016, tentang Registrasi Pendidik oleh bagian kepegawaian Untad. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.