Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dorong Polda Sulteng Ungkap Kasus Korupsi Rp 35 Miliar

ART Terima Laporan Aspirasi dari Masyarakat Bangkep

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Dalam kunjungan Anggota Komite 1 DPD RI, Abdul Thaha (ART) di dua yakni, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Banggai Laut (Balut), ada beberapa aspirasi yang diterima langsung dari masyarakat, khususnya soal penegakan hukum di wilayah Bangkep.

“Laporan masyarakat itu berkaitan dengan hasil temuan BPK mengenai dugaan korupsi senilai lebih dari Rp 35 miliar di Banggai Kepulauan,” kata ART dalam pressrelease kepada Radar Sulteng, Jumat (29/10).

Menurut ART, selama 3 hari di Bangkep melakukan rangkaian reses, ada suasana kebatinan yang tidak nyaman melihat pemerintahan daerah tidak serius membangun daerahnya sendiri.

Kasus korupsi Rp 35 miliar ini muncul saat ada laporan masyarakat ke pihak Polda Sulawesi Tengah, dan polisi sudah melakukan penyidikan, tapi terkendala kaburnya calon tersangka.

“Alhamdulillah saya telah berkunjung ke Polda Sulteng dan diterima Waka Polda Sulteng, untuk mengadvokasi kasus tersebut. Ternyata baru hari ini pihak Polda menerima secara resmi temuan BPK yang di dalamnya berisi sejumlah rekomendasi,” ujarnya.

Nantinya lanjut ART, kedepan akan ada peningkatan status, mungkin awalnya jadi saksi tapi ini akan langsung menjadi tersangka, bahkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saya mengapresiasi kinerja Polda Sulteng dalam penegakan hukum, seperti kasus Kapolsek di Parigi Moutong yang langsung dicopot dan dipecat sebagai anggota kepolisian,” tandasnya.

ART meminta kepada Kapolda Sulteng untuk segera memproses kasus temuan BPK yang telah merugikan masyarakat Bangkep dan karena sudah ada bukti-bukti yang cukup untuk menjerat para perampok uang rakyat, Polda Sulteng harus fokus mengungkap dan menangkap pelakunya.

“Kasihan warga di sana, sedih saya melihat daerahnya. Dan kasus tersebut perlu dikawal karena sudah 8 bulan masyarakat bertanya-tanya kapan tersangkanya inisial “AT” itu bisa tertangkap,” pungkasnya. (*/ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.