Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Donggala Punya Objek Wisata Hutan Mangrove, Baru Diresmikan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian LHK Rufi’e bersama rombongan saat meninjau objek wisata hutan mangrove di Kabonga Besar, Senin (4/9) sore. (Foto: Agung Sumandjaya)

DONGGALA – Kabupaten Donggala kini punya salah satu objek wisata baru. Tidak hanya sekadar tempat wisata, objek wisata ini juga memberikan pengetahuan tentang tanaman mangrove. Objek Wisata Hutan Mangrove yang terletak di Kelurahan Kabongan Besar, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala itu, Senin (4/8) kemarin ditinjau oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Hutan binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banawa Lalundu, tidak hanya ditinjau namun juga diresmikan pemanfaatannya oleh Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian LHK Dr Rufi’e. Apa yang dilakukan masyarakat setempat melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Gonenggati Jaya bekerjasama dengan KPH Banawa Lalundu ini, direspon positif oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Ini merupakan permulaan yang baik di daerah ini, di mana hutan mangrove dikelola dan dikembangkan menjadi objek wisata,” ujar Rufi’e.

Kedepan, sebut Rufi’e, pengelola diminta untuk menambah tanda-tanda yang mengenalkan apa dan bagaimana fungsi dari mangrove itu sendiri. Di samping itu, wisata hutan mangrove ini juga diharapkan tidak hanya menjadi penyaring alami, namun juga dapat berfungsi sebagai tempat pengembangbiakan ikan maupun udang. “Tempat ini tinggal ditata lagi agar semakin menarik, kami juga siap mendukung untuk penambahan fasilitas yang ada di sini, tahun depan kita bantu,” sebut  Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan.

Sementara itu Ketua KTH Gonenggati Jaya, Yuryanto mengungkapkan, bahwa adanya hutan bakau ini menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat sekitar yang jarang dimiliki daerah lain. Melihat potensi tersebut, KTH bersama masyarakat dibantu oleh KPH Banawa Lalundu, akhirnya membuat konsep wisata hutan mangrove di lokasi tersebut.

Di sekitar hutan mangrove ini pun dibuatkan track atau jalan yang terbuat dari papan menyusuri beberapa sudut hutan mangrove. Selain itu juga dibuat anjungan yang terbuat dari bambu menyerupai kapal.  “Kedepan kami akan menambah track-nya agar lebih menarik minat masyarakat datang berkunjung juga akan membuat penginapan di sini,” terang Yuryanto.

Tujuan sendiri dibuatnya wisata hutan mangrove ini, juga dalam rangka melestarikan mangrove yang ada di Kabupaten Donggala. Sebab, di beberapa tempat hutan mangrove sudah mulai rusak. Hutan mangrove yang ada di Kelurahan Kabonga Besar ini sendiri memiliki panjang pesisir sekitar 3 kilometer. “Tempat ini juga kami buka bila ada mahasiswa atau sekolah-sekolah yang ingin melakukan penelitian,” tuturnya.

Masyarakat serta KTH sendiri, kedepan dalam pengelolaan wisata hutan mangrove ini, akan mengenakan tarif bagi pengunjung yang datang sebesar Rp5ribu, yang peruntukannya untuk pengelolaan dan perawatan tanaman mangrove yang ada di lokasi tersebut. “Begitupun bagi pengunjung yang ingin naik perahu ke pulau yang ada di seberang hutan mangrove, kami kenakan sewa juga Rp5ribu,” tandasnya. Untuk diketahui, track sepanjang 500an meter yang ada saat ini di-cat dengan berbagai warna ditambah pemandangan hutan bakau yang masih asri, menjadikan tempat ini lokasi yang bagus untuk foto bersama keluarga maupun teman. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.