Dokter Rumah Sakit Apung Selesai Laksanakan Misi Kemanusiaan

- Periklanan -

PALU – Tepatnya 13 Februari kemarin, batas waktu dari puluhan dokter yang selama tiga bulan lebih melayani pasien di Rumah Sakit Apung (RSA) Waluya II untuk mengabdikan dirinya melayani korban gempa bumi di Sulawesi Tengah.
Dokter-dokter yang tergabung dalam organisasi Doctor Share ini melayani sejak 15 November 2018.
Dalam rentan waktu itu, kurang lebih ada 9.515 pasien yang datang ke RSA Waluya II di Pelabuhan Pantoloan Palu. Doctor Share sendiri adalah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Artinya seluruh dokter dan tenaga medis lainnya di RSA Waluya II ini tidak menerima upah dalam melayani pasien.
“Ada sekitar 70-an dokter selama tiga bulan itu, ada yang menetap tiga bulan penuh, ada juga dokter yang digilir,” kata Koordinator Medis, dr Stephanie kepada Radar Sulteng.
Dia berharap, dengan kehadiran mereka warga Kota Palu dan sekitarnya bisa terbantu, dan sekaligus dapat membantu Pemerintah Kota dan Provinsi untuk pemulihan pasca bencana.
Puluhan dokter ini juga kemarin berkesempatan bertemu dengan pihak Pemerintah Kota Palu yang didampingi Tim dari Posko Millenium Palu Bangkit. Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Posko Millenium Palu Bangkit Wijaya Chandra mengungkapkan, kerja keras para dokter ini patut diapresiasi. Karena selama tiga bulan mereka bekerja tanpa menerima upah.
“Saya bangga kepada mereka, dan berterima kasih sebesar-besarnya sudah turut mengabdikan diri untuk membantu para korban,” sebut Wijaya Chandra. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.