DKP Sulteng Tangkap Pelaku Illegal Fishing

- Periklanan -

Dua pelaku illegal fishing, masih di bawah umur, yang berhasil diamankan oleh DKP dan TNI AL, dan beberapa barang bukti yang juga disita. (Foto: Misbach)

BOLANO– Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng bekerja sama dengan TNI AL, menangkap tiga nelayan, yang diduga pelaku illegal fishing jenis bom ikan, yang melakukan aksinya di perairan Tanjung Batu Pahat, Desa Kayu Jati, Kecamatan Bolano, Rabu (15/11) sekitar pukul 09.30 Wita. Masing-masing tiga tersangka adalah, R (24), F (14) dan K (12), adapun F masih duduk di bangku SMP sedangkan K, masih tercatat sebagai siswa Sekolah Dasar.

Dari tangan tersangka, DKP dan TNI AL menyita, satu buah aki 6 volt, kabel satu gulung, bubuk matahari, yang menjadi bahan peledaknya, dua botol, sumbu, dan alat peledak lainnya, senter, kacamata selam dua unit, juga ikan hasil pengeboman para tersangka.

- Periklanan -

Kasi Pembinaan dan Pengendalian Pengelolaan SDKP, DKP Sulteng, Fahrudin, mengatakan kronologisnya, pada saat team gabungan dari DKP dan Pos TNI AL Kabupaten Parimo melaksanakan patrol operasi rutin, dengan penyamaran menggunakan perahu nelayan, yang kemudian didapati pelaku pengeboman, sedang melaksanakan penangkapan ikan, dengan menggunakan bom, maka tim patrol, memgejar dan menangkap dan yang bersangkutan, melarikan diri dengan membuang sebagian barang bukti pada, koordinat  U.00’27.464′ T 120′ 51.166′-“Pelaku bisa kita amankan dengan menggunakan tembakan peringatan, dengan peluru hampa, sebanyak empat kali, dan terduga pengebomannya di amankan dan dibawa kedarat oleh tim gabungan. Para tersangka akan kami bawa ke DKP, karena memang kami memiliki wewenang untuk melakukan penyelidikan,” ujar Fahrudin.

Ketika ditanya tentang status kedua anak yang dibawah umur, yang masih memiliki hubungan keluarga itu, Fahrudin menjelakan, kalau mereka tidak kan ditahan, tetapi dibawa ke Palu untuk diamankan, dan kemudian dimintai keterangan, setelah itu, orang tuanya dipanggil, dan dibuatkan berita acara.

“Mereka ini, anak-anak dibawah umur, biasanya hanya ikut-ikutan saja, karena memang mereka belum tahu apa-apa, makanya kami kembalikan kepada orang tuanya,”tandasnya. (mbh)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.