DKM IMIP Santuni 100 Anak Yatim

- Periklanan -

MOROWALI- Dewan Kemakmuran Masjid PT. Indonesia Morowali Industrial Park (DKM PT. IMIP), melaksanakan kegiatan Isra Mi’raj 1440 Hijriyah Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan ini, dihadiri langsung oleh ketua DKM PT IMIP Joko Suprapto.
Selain itu pada kegiatan ini, turut dihadiri Sekretaris Dewan Fatwa MUI Kabupaten Morowali Muhtadi, Wabup Morowali Najamudin, Kapolsek Bahodopi, Danramil Bahodopi, ratusan masyarakat dan puluhan anak yatim yang tinggal di Desa lingkar tambang di Kecamatan Bahodopi.
Dalam sambutannya, Ketua DKM PT IMIP Joko Suprapto mengatakan bahwa sebagai umat Islam wajib meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW utamanya perilaku dalam mentaati ibadah sesuai perintah Allah SWT.
“Marilah kita syukuri hidup ini, yang mana setiap saat selama kehidupan ini ada nikmat didalamnya. Salah satu kenikmatan yang harus disyukuri yaitu, rahmat dan karunia ilahi,”ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris Dewan Fatwa MUI Kabupaten Morowali Muhtadi dalam kegiatan yang bertema ‘Jadikan Iras Mi’raj sebagai evaluasi ibadah, sholat menjadi media pencerahan untuk mewujudkan insan yang berakhlakul karimah’ ini, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Morowali untuk mensukseskan perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
“Walaupun kita beda pilihan, kita harus tetap bergandengan tangan. Oleh karena itu, MUI berharap khususnya umat Islam mari kita sukseskan Pemilu ini. Salurkan aspirasi, sambil menjaga keamanan, persatuan dan persaudaraan. Kita harap, siapapun yang menjadi pemimpin, bisa teladan dan memperjuangkan kesejahteraan kita,”harapnya.
Sebelum kegiatan berakhir, manajemen PT IMIP Site Morowali membagikan santunan kepada 100 anak yatim yang tinggal di Desa yang masuk dalam wilayah lingkar tambang di Kecamatan Bahodopi.
Terkait pemberian santunan kepada 100 anak yatim ini, koordinator divisi media Relations PT. IMIP Dedy Kurniawan mengatakan, indahnya berbagi adalah salah satu ajaran agama Islam yang mengajarkan kepada para pemeluknya, untuk saling membantu antar sesama. Lebih dari itu, pikiran dan naluri manusia sebagai makhluk sosial selalu menuntut untuk bersikap peduli terhadap segala penderitaan, kekurangan dan keterbatasan yang dirasakan sesama.
“Selain itu tentu saja dari sisi agama, sikap kesetiakawanan sosial untuk berbagi kepada sesama merupakan hal yang melatarbelakangi pemberian santunan ini, ” ungkap Dedy. (fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.