Diwarnai Demo, Rapat Pleno KPUD Buol Berlangsung Alot

- Periklanan -

AKSI DEMO : Aksi di depan kantor KPU Buol yang sedang berlangsung rapat pleno perhitungan rekapitulasi suara, Kamis (23/2). (Foto: Rustam Baculu)

BUOL-Hasil perhitungan rekapitulasi suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 yang dilaksanakan KPU sudah memasuki rapat plano perhitungan di tingkat kabupaten. Rapat Pleno yang digelar di aula kantor KPU, Kamis (23/2), dipimpin Ketua KPU Adil B Suling dijaga ketat kepolisian dan brimob serta TNI.

Ketiga pasangan calon (paslon) masing-masing diwakili dua orang saksi kecuali paslon urut 2  Efendi Nonci-Sarmin Daimaroto tidak hadir sementara paslon urut 1 Amirudin Rauf-Abdullah Batalipu diwakili Romi Salam dan Kasmat Ibrahim, paslon nomor urut 3 Syamsudin Koloi-Nurseha Batalipu diwakili Ismail Domut dan Rudi Harun.

- Periklanan -

Dalam rapat pleno yang dimulai sekira pukul 10.00 wita berlangsung a lot, setiap pembacaan perolehan suara masing-masing kandidat dari 11 kecamatan di tingkat kecamatan ditanggapi saksi dengan protes, sehingga terjadi perdebatan. Rapat tersebut beberapa kali ditunda setelah itu disambung kembali.

Sementara itu, raihan suara sah berdasarkan kecamatan  di mulai dari Kecamatan Momunu urut satu berjumlah 3.331 suara urut dua 807 urut tiga 4.411 suara Kecamatan Bunobogu Nomor Urut satu 2.712, nomor urut dua 652, nomor urut tiga 2.083 suara. Kecamatan peleleh barat urut satu 1.574 suara, urut dua 391 urut tiga 1.396 suara, kecamatan karamat paslon satu 2.461 urut dua 447 paslon urut tiga 2.062 suara kecamatan Bukal urut satu 3.728 urut dua 711 urut tiga 3366 suara, kecamatan Pelele urut satu 3.701 urut dua 883 suara urut tiga 2.327 untuk kecamatan lakea urut satu 2.681 urut dua 774 urut tiga 2193 suara,hingga berita ini naik belum selesai rapat pelno rekapitulasi semua  kecamatan.”kami minta KPU supaya masalah di beberapa TPS di perjelas ke akuratan datanya.”ungkap saksi Paslon 3 Ismail Domut pada rapat Pleno

Sementara itu di luar gedung KPU berlangsung aksi damai dua kubu  yang satunya mengtasnamakan tim paslon urut tiga dan yang lain tdak di ketahui beruntung tidak terjadi bentrok pisik pihak kepolisian langsung bergerak menenangkan masa, kedatangan puluhan massa tersebut menuntut pihak penyelenggara untuk berlaku adil dalam pelaksanaan Pilkada karena di duga terjadi kecurangan masa aksi yang lebih dalu datang di kantor KPU yakni masa simpatisan urut tiga mereka memaksa masuk kedalam kantor KPU yang batasi kawat duri di jaga ketat polisi dan brimob untuk bertemu ketua KPU dan Panwaslih meminta kejelasan terkait permasalahan di beberapa TPS yang di anggap bermasalah. ”Kita inginkan hasil pilkada ini benar-benar jujur dan KPU di anggap tidak transparan dalam pelaksanaan pilkada.”ungkap Korlap Rudi Loi dalam orasinya.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.