Ditunda Kenaikan Pangkat dan Dimutasi

Hukuman bagi Oknum Polisi yang Rampas Kamera Wartawan

- Periklanan -

PALU – Briptu Jumardi, anggota Polres Palu yang melakukan perampasan dan menghapus rekaman video hasil kerja jurnalistik, wartawan TVRI, Rian Saputra diputus bersalah dalam sidang disiplin, yang digelar di aula Rupatama Polres Palu, Rabu kemarin. Perbuatan Jumardi tersebut dianggap mencoreng institusi kepolisian dan melanggar disiplin anggota Polri.

Sebelum putusan, saksi korban, Rian Saputra maupun terperiksa terlebih dahulu dimintai keterangannya. Sejumlah saksi lain, yang merupakan wartawan yang mengetahui kejadian perampasan dan penghapusan rekaman video, seperti Moh Qadri, Jamal, Rifaldi meski hadir dalam sidang namun tidak dimintai keterangan.

Sidang pun berjalan tidak begitu lama. Usai pemeriksaan saksi, langsung pada tuntutan dari pihak Propam Polres Palu, yang mana terperiksa Jumardi dituntut penundaan pangkat selama dua periode, mutasi yang bersifat demosi (hukuman), penundaan mengikuti pendidikan selama dua periode, serta disanksi ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari.

- Periklanan -

Lewat penasehat hukumnya, Jumardi meminta keringanan hukuman kepada majelis sidang, yang dipimpin Wakapolres Palu, Kompol Abdul Aziz. Pertimbangannya, antara korban Rian Saputra dan pelaku sudah terjadi kesepakatan damai, juga pelaku belum pernah melakukan pelanggaran disiplin.

Setelah beruding, majelis sidang pun memberikan hukuman lebih ringan dari tuntutan penuntut umum. Di mana Briptu Jumardi dihukum penundaan pangkat satu periode atau selama enam bulan, serta penundaan mengikuti pendidikan juga selama satu bulan, serta mutasi bersifat demosi. Apa yang menjadi pembelaan pihak terperiksa pun, menjadi pertimbangan oleh majelis hakim. “Benar memang ternyata saksi dan korban sudah saling memaafkan, untuk itu kami memberikan hukuman lebih ringan dari tuntutan. Namun tetap kami putuskan Briptu Jumardi bersalah,” sebut Kompol Aziz.

Usai sidang Wakapolres menyampaikan, bahwa kasus yang melibatkan anggotanya ini patut lah jadi pelajaran bagi anggota Polri lainnya ketika bertugas di lapangan. Sejatinya wartawan yang melakukan peliputan di lapangan juga bertugas dengan dilindungi undang-undang. “Jangan dihalangi tugasnya. Setiap apel padahal saya selalu sampaikan terkait tugas-tugas jurnalistik para wartawan, semoga tidak ada lagi kejadian serupa,” tandas Aziz. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.