Dituding Cemari Lingkungan, PT COR II Morut Kembali Didemo

- Periklanan -

Spanduk para pendemo ini kemudian dipasang di pagar samping gerbang PT COR II. (Foto: Ist)

MORUT – Masyarakat Dusun V Lambolo, Desa Ganda Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara kembali mendemo PT Central Omega Resources Industri Indonesia (COR II), Kamis (27/7). Perusahaan itu diminta bertanggungjawab atas pencemaran lingkungan akibat aktifitas Pabrik Smelter di sekitar dusun tersebut.

Warga Lambolo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Lambolo Bersatu (FMLB) dalam aksinya itu diperkuat personel Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Morut.

Dibawah komando Karsena Aristoteles dan Arman Purnama Marunduh, massa aksi berkumpul di Lapangan Morokoa Kolonodale sejak pukul 08.30 Wita.

Menggunakan 1 (satu) unit kendaraan roda enam dan 20 unit kendaraan roda dua, pendemo berkisar 50 orang ini kemudian bergerak menuju Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morut di Kelurahan Bahoue.

Setibanya di OPD tersebut, koordinator aksi langsung melakukan orasi menggunakan pengeras suara dan lainnya membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Pencemaran PT COR II”.

- Periklanan -

Dalam tuntutannya, pendemo menyebut pabrik pemurnian Ore itu telah menimbulkan kebisingan dan gangguan kesehatan. Akibatnya, warga sekitar menderita penyakit kulit dan gangguan pernafasan.

“Aktifitas masyarakat Lambolo terganggu sejak pabrik smelter PT COR II beroperasi. Warga pun sadar kualitas lingkungan mereka mulai menurun,” kata Arman.

Sekira pukul 10.00 wita, 6 orang perwakilan FMLB didampingi Karsena dan Arman dari Pospera diterima Kepala DLH Patta Toba. Pertemuan ini turut dihadiri Danramil 1311-03 Petasia Kapten Hamzah dan Wakapolsek Petasia Ipda Gampang. Dua jam kemudian, DLH Morut berencana akan melakukan pengecekan lapangan.

Selain wacana itu, Kepala DLH akan berkoordinasi dengan Asisten 1 Pemkab Morut dalam rangka mengadakan pertemuan dengan pimpinan atau manajemen PT COR II dan masyarakat Lambolo guna membahas dampak lingkungan yang diakibatkan aktifitas pabrik perusahaan itu.

Usai pertemuan yang menghasilkan agenda di atas, massa aksi selanjutnya menuju Lambolo. Disana mereka memasang spanduk tadi di gerbang pintu masuk PT COR II. Setelah itu massa aksi membubarkan diri dengan aman dan kondusif.

Aksi demo masyarakat Lambolo ini sebenarnya sudah digelar berulang sejak April 2017 lalu. Namun hingga saat ini tuntutan masyarakat Lambolo belum dipenuhi PT COR II.

Sementara di sisi lain, muncul kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah maupun DPRD Morut yang dinilai kurang memperhatikan dan memperjuangkan keluhan masyarakat Lambolo atas aktifitas PT COR II yang berdampak negatif pada masyarakat dan lingkungan sekitar. (ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.