Ditjen GTK Berikan Dukungan Psikologi Bagi Guru

- Periklanan -

TASWIN
JADIKAN GURU BERKOMPETEN : Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemendikbud, Dr Praptono Med, memantau langsung saat guru-guru menerima materi di salah satu ruangan di SMP 14 Kota Palu, Kamis (15/11).

PALU –Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, Kamis pagi menggelar kegiatan dukungan psikologi bagi guru pendidikan dasar (Dikdas) yang terdampak bencana alam di Sulawesi Tengah. Hal tersebut merupakan salah satu respon nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap guru yang terkena bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).
Pantauan Radar Sulteng, Kamis (15/11), kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 14 Kota Palu. Kegiatan tersebut rencananyan berlangsung selama empat hari dimulai dari tanggal 14 hingga 17 November 2018. Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemendikbud, Dr Praptono Med, berharap para guru-guru yang terkena dampak bencana alam beberapa waktu yang lalu agar segera memiliki kemampuan psikologi dan social yang baik.
“Jadi yang pertama kita beri ke mereka materi kemampuan memberikan trauma helaing, kedua tentang apa itu sekolah aman dan yang ketiga, bagaiman menyelenggarakan pendidikan dengan keadaan seperti ini,” ujarnya kepada awak media
Lanjut Praptono, dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 orang guru SD dan 200 orang guru SMP yang merupakan erwakilan kelompok kerja guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.
“Ini yang tahap satu. Nanti setelah ini selesai kita akan lakukan tapah yang kedua dengan jumlah yang sama. Shingga nanti harapan kita 800 guru yang telah mengikuti kegiatan ini,mereka bisa menjadi tenaga yang kompeten,” Lanjutnya
Selain di Sulawesi Tengah, Direktorat Pembinaan Guru dan Pendidikan Dasar juga akan menyelenggarakan kegiatan dukungan psikologi bagi guru-guru yang menjadi korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Agar mereka bisa mendesiminasi untuk guru yang lain sehingga nanti ketika mereka menghadapi siswa-siswinya yang membutuhkan trauma healing maka guru-guru kita mampu menyampaikan itu semua,” tutup Praptono. (win)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.