Ditinggal Istri, Ancam Loncat dari Pohon Kelapa

- Periklanan -

Kaharudin saat mengancam ingin loncat dari pohon kelapa dengan ketinggian 10 meter, namun akhirnya bisa diselamatkan aparat kepolisian dan warga. (Foto: Awal)

SIGI – Kisah cinta dua manusia yang berlawanan jenis, memang kerap menimbulkan banyak cerita, baik suka maupun duka. Apa lagi yang hubungannya sudah diikat dengan janji hidup bersama, dalam ikatan pernikahan.

Bahkan banyak yang rela melakukan apa pun sampai bertindak nekat seperti melakukan aksi bunuh diri, demi menunjukan cintanya kepada pasangannya. Hal serupa pun yang dilakukan oleh Kaharudin (30) warga Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

- Periklanan -

Dari data yang dihimpun Radar Sulteng di lapangan, pada Minggu sore (16/7) suasana Desa Tulo terlihat tenang seperti biasanya. Namun sekitar pukul 17.00 Wita warga dihebohkan oleh salah seorang warga yang memanjat pohon kelapa dengan tinggi 10 Meter, dan coba untuk bunuh diri dengan melompat ke bawah.

Setelah diselidiki warga tersebut adalah Kaharudin atau akrap dipanggil Rudi. Aksi Rudi ini pun sontak membuat masyarakat panik dan melakukan berbagai cara dengan membujuknya, agar ia tidak melompat. Namun hal itu tidak berhasil, malah Rudi sempat bergelantungan di pelepah daun kelapa. Dan itu membuat masyarakat yang melihatnya berteriak, dan meminta agar Rudi mengurungkan niatnya itu.

Mendengar adanya laporan ini, aparat kepolisian setempat langsung datang ke lokasi. Negosiasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang dibantu warga untuk menurunkan Rudi berlangsung lama, hingga satu jam. Tetapi upaya yang itu pun membuahkan hasil. Rudi pun mengurungkan niatnya dan turun dari pohon kelapa itu. Polisi langsung sigap menyelamatkan dan mengamankan Rudi.  “Melihat kondisinya kami pun membawanya ke rumah sakit terdekat, dan memberitahukan keluarganya,” jelas Kapolres Sigi, AKBP Agung Kurniawan Sik.

Kepolres mengatakan, aksi nekat itu dilakukan Rudi itu pun diketahui karena dia frustasi setelah ditinggal oleh sang istri. Untuk permasalahan rumah tangga itu pihak kepolisian belum mengetahuinya. “Baru kali ini saya temukan yang seperti ini,” pungkas Kapolres Sigi dengan nada candaan. (ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.