Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ditetapkan Empat Tersangka Pengeroyokan Anak di Petobo

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Setelah sempat menjadi sorotan sejumlah pihak, Polres Palu akhirnya menetapkan empat orang tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan Al Fayer (13). Keempat tersangka ini, diduga yang turut terlibat langsung menganiaya bocah tersebut, yang dituduh melakukan pencurian bersama rekannya GR (13).

Mujianto (Foto: Wahono)

Keempat orang tersangka ini, masing-masing berinisial BI (20), RS (21), IS (26) serta MI (25). Mereka ditetapkan, setelah penyidik Polres Palu melakukan pemeriksaan kepada kurang lebih 17 orang saksi-saksi termasuk empat tersangka.

Kapolres Palu AKBP Mujianto mengungkapkan, Satreskrim Polres Palu sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 17 orang saksi dalam aksi pengeroyokan yang mengakibatkan satu terduga pelaku pencurian Al Fayer meninggal dunia. “Dari 17 saksi yang diperiksa, kami berhasil mengamankan empat tersangka sudah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan ini,” ungkapnya, Senin (26/2) kemarin.

Dan tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lainnya dalam kasus ini. Dan saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan dengan terus berusaha mengungkap pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut. “Dari empat tersangka tersebut ada dua barang bukti yaitu baju korban, termasuk dengan sandal dan sepatu yang dilakukan untuk menganiaya korban yang terlihat jelas di video. Dan empat pelaku tersebut adalah warga Petobo,” kata Mujianto.

Untuk kasus yang terkait dengan pencurian, bahwa pihak Polsek Palu Selatan sudah berhasil mengamankan satu unit TV. “Kami dapatkan pembeli TV tersebut, dan dari keterangan pembeli TV mendapatkan barang tersebut dari Al Fayer, namun kami masih melakukan lidik lanjut,” tandas Kapolres.

Sementara itu, Lurah Petobo, Masrun mengaku sangat menyesalkan aksi pengeroyokan yang menewaskan bocah tersebut. Dia pun mengakui, apa yang terjadi memang di luar tanggungjawab Satgas K5. Meski, pada malam kejadian pihaknya telah melakukan patroli, namun kejadian itu lolos dari pantauan pihaknya. “Kita dapat info itu dari masyarakat, satgas lambat tiba di TKP, seandainya kalau kita yang dapat duluan mungkin tidak terjadi penganiyaan itu,” ungkapnya.

Pada malam kejadian tambah Masrun, dirinya sedang melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat, setelah mendengar informasi tersebut, dia langsung menugaskan Satgas untuk mengamankan lokasi yang sudah dipenuhi oleh warga. Namun sayangnya terlambat dan menemukan korban dalam keadaan tidak berdaya sehingga bersama patroli Polsek Palu Selatan membawa korban ke rumah sakit.

“Kita satgas K5 dibantu sama organisasi masyarakat turun memantau wilayah tiap malam, tapi malam itu tidak disangka begitu kejadiannya, akhirnya kita kaget nanti ada laporan dari masyarakat, pas kita turun sudah begitu keadaannya,” tuturnya.

Terkait dugaan pencurian, Masrun belum menerima laporan dari warga adanya pencurian tersebut, namun menurutnya kemungkinan sudah dilaporkan ke RT setempat. “Sebelumnya belum ada laporan pencurian, mungkin sama pak RT nya , pak RT belum sampaikan ke kita,” jelasnya.

Tambah Masrun, lokasi kejadian di Jalan Nambo berada kurang lebih 500 meter dari Jalan petobo arah Kawatuna tepat di belakang SLB, yang merupakan lahan kosong milik warga dan jauh dari pemukiman sehingga tidak terjangkau oleh satgas K5.

Kedepan menurut Masrun, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada masyarakat dan terus memberikan sosialisasi terhadap penanganan pencurian agar tidak melakukan tindakan sendiri tanpa melapor ke pihak berwajib. Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya selalu melakukan pembinaan kepada pelaku pencurian maupun kejahatan lainnya yang di lakukan oleh anak.

“Beberapa kejahatan yang di lakukan oleh anak itu kita selalu melakukan pembinaan dan menyelesaikan masalah melalui jalur kekeluargaan, mereka kita kembalikan kepada keluarga,” ungkapnya. (who/cr6)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.