Ditawari Jadi PNS, Tabungan Rp 15 Juta Ludes

- Periklanan -

TOLITOLI – Menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintahan, ternyata dambaan sebagian besar warga Kota Cengkeh. Tak heran, jika komplotan penipuan terus beraksi “mengejar mangsa”.

Seperti yang dialami Farida, warga Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan ia menjadi korban penipun dengan modus lolos PNS lewat jalur K2. Uang simpanannya di bank Rp 15 juta, ludes disikat Gemmy, sang pelaku.

Tapi kemudian, berkat kerja keras tim buser Satreskrim Polres Tolitoli, pelaku berhasil diamankan. Sementara uang hasil kejahatannya telah dihabiskan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko SIK MH menjelaskan, pada bulan Maret lalu, Gemmy awalnya mencari-cari orang yang ingin menjadi PNS. Nah, pelaku kemudian mengetahui seorang perempuan bernama Farida “ngebet” ingin jadi PNS. Pelaku kemudian datang ke rumah Farida dan menawarkan kesempatan menjadi PNS melalui jalur K2 yang akan digelar pada bulan April, dengan persyaratan membayar sejumlah uang sebesar Rp 25 juta.

Namun, Farida hanya bisa menyanggupi uang senilai Rp 15 juta yang ditransfer ke rekening atas nama Yessy Derianti PAT. Jika lulus saat pengumuman, menyusul sisanya Rp 10 juta diberikan kepada pelaku.

- Periklanan -

Keesokan harinya yakni pada 2 Maret, Gemmy mendatangi Farida dengan membawa copyan SK 80 Pegawai Negeri Sipil atas nama Farida. “Ini SK bodong, palsu. Untuk mengelabui korbannya,” ungkap Kapolres.

Lanjut perwira dua melati ini, Gemmy memperlihatkan SK palsu tersebut lalu meminta uang sebesar Rp 5 juta. Selanjutnya, pada waktu yang dijanjikan yakni bulan April, Farida menanyakan hasil penerimaan PNS, tapi dikatakan pengumuman ditunda seminggu. Hingga endingnya, tidak ada kejelasan lagi apakah dirinya bisa jadi PNS atau tidak.
Karena baru menyadari ia telah ditipu, Farida lantas menuntut uangnya dikembalikan. Namun, ibarat nasi sudah menjadi bubur, Gemmy mengaku uangnya telah habis dipakai untuk kebtuhan hidup.

Dalam kasus ini, otak pelaku yakni Zulkifli D Katili alias Dedi, juga berhasil dibekuk Satreskrim Polres Tolitoli.

Pelaku merupakan residivis kasus serupa dan sudah dua kali menjalani hukuman badan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Tolitoli. Dan kasusnya kali ini adalah yang ketiga kalinya, dengan modus operandi yang sama.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan bukti kuitansi penyerahan uang kepada Zulkifli sebesar Rp 10 juta, 1 lembar bukti transfer melalui ATM bank, 1 lembar kuitansi kepada Zulkifli senilai Rp 5 juta.
Para pelaku bakal dijerat dengan pasal 378 KUHPidana dengan ancaman penjara selama-lamanya empat tahun penjara.

“Kami kembali ingatkan warga untuk tidak begitu mudah dengan tawaran menjadi PNS. Sudah beberapa kali kasus penipuan serupa harusnya jadi pelajaran, bukan malah terus menjadi korban. Menjadi PNS itu ada prosedurnya, tidak begitu mudahnya, dan tidak dipungut biaya. Jadi, warga Tolitoli harus mengambil pelajaran dalam kasus ini,” imbau Kapolres. (dni)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.