Ditahan, Kesal, Adu Mulut antara ASN dan Polantas Jadi Viral

- Periklanan -

Inilah penggalan gambar video perdebatan antara oknum ASN versus anggota Polantas, yang sempat viral di media sosial Rabu (4/10). (Foto: Ist)

PALU – Sejak siang kemarin (4/10) hingga tadi malam, warganet dihebohkan dengan viralnya salah satu video perdebatan antara oknum polisi lalulintas dengan oknum ASN. Si polisinya diketahui bertugas di Polres Palu, sementara ASN-nya bertugas di salah satu instansi Pemkot Palu.

Video yang viral di salah satu grup Facebook lokal di Kota Palu tersebut berdurasi 1 menit 24 detik. Diposting pemilik akun Erick Bharaduta. Menayangkan perdebatan antara keduanya.

Dalam video, anggota Polantas tampak mengenakan seragam resmi, sementara si ASN mengenakan kemeja putih celana hitam. Keduanya sama–sama ngotot dengan argumentasinya masing-masing. Ketika terjadi perdebatan, oknum ASN tampak mengambil buku tulis untuk mencatat sesuatu, lalu mengambil ponsel genggamnya. Untungnya tidak sampai terjadi adu fisik.

Sementara di video berikutnya, masih dari kejadian yang sama, oknum ASN menyebutkan nama organisasi sayap TNI yang dikenalnya. Sontak, hal itu memantik suara keras dan teguran dari anggota Polantas bersangkutan. “Tidak boleh bawa nama yang begitu-begitu”, tegur anggota Polantas.

Dari perdebatan keduanya terungkap bahwa, kejadiannya bermula saat rambu traffic light di simpang empat Jalan Juanda-Jalan Mangunsarkoro berwarna hijau ketika si oknum ASN hendak melintas. Tapi saat bersamaan, ada rombongan pejabat negara yang melintas dari arah bawah Jalan Juanda. Akibatnya, anggota Polantas meminta kendaraan roda empat ASN itu dari arah timur, berhenti dulu sementara waktu. Disitulah bermula muncul rasa kesal si ASN.

Menanggapi video perdebatan anggotanya dengan oknum ASN Pemkot Palu, Kapolres Palu AKBP Mujianto menjelaskan, saat kejadian memang ada rombongan pejabat negara melintas di Jalan Juanda. Makanya prioritas pengamanan di jalur itu dilakukan anggota Sat Lantas Polres Palu yang sedang bertugas.

- Periklanan -

“Pada saat lampu traffic light Jalan Juanda-Jalan Mangunsarkoro dari arah timur ke barat sudah hijau, kendaraan ditahan sementara. Kenapa? Karena ada rombongan pejabat melintas. Ini yang membuat oknum ASN keberatan,“ kata Kapolres Palu dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (4/10) kemarin.

Setelah rombongan pejabat melintas, barulah pengemudi mobil Avanza silver plat merah DN 1272 A dari arah timur ke barat, dibiarkan melintas ke arah Jalan Mangunsarkoro. “Saat ditahan, pegawai tersebut kemungkinan keberatan menunggu pejabat yang melintas. Makanya si pengemudi langsung memanggil petugas kami untuk melakukan protes atas kejadian itu,”sambung kapolres.

Kapolres menegaskan, anggota Sat Lantas yang bertugas saat itu sudah bertindak sesuai prosedur. Benar sudah tindakannya meski diprotes. “Yang penting sudah sesuai prosedur, nggak apa-apa meski ada yang keberatan,”ujar kapolres membela anggotanya.

Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polres Palu, AKP Hangga Utama Darmawan. Dia menjelaskan, pegawai itu mengatakan kepada anggotanya “kenapa kamu hentikan hak jalan saya”.  Dan anggotanya sudah dipanggil terkait dengan kejadian itu. “Protapnya memang begitu. Ada kendaraan prioritas melintas waktu itu. Ini diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan. Intinya, anggota saya bertindak sesuai apa yang ada dalam UU,”kata Hangga.

Mendahulukan kendaraan pimpinan lembaga negara dan lembaga Internasional yang menjadi tamu negara, serta konvoi kendaraan untuk kepentingan tertentu, itu diberi hak yang luas di jalan raya. Apalagi ada petugas yang mengawal dengan tanda sirene, maka melekat hak utama di situ dalam penggunaan jalan raya. ”Ini diatur dalam pasal per pasal di UU No 22/2009,”papar Kasatlantas Polres Palu.

Terpisah, menanggapi kejadian ini, Kepala Bagian Humas Pemkot Palu Nathan Pagasongan menyatakan, kejadian itu bukan atas nama Pemkot Palu, melainkan ulah oknum  pejabat yang bekerja di Pemkot Palu.

“Jika ada yang seperti itu, berarti dia oknum. Jangan membawa nama pemkot. Siapapun dia, jika melakukan pelanggaran, harus ditindak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata Nathan dimintai tanggapannya kemarin.

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng, oknum pejabat Pemkot Palu yang terlibat adu mulut dengan anggota Satlantas Polres Palu berinsial HS. Saat ini dia menjabat Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu. (who/saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.