Disperindag Palu Tuding Pedagang Penyebab Mahalnya Harga Cabai

- Periklanan -

Suasana rapat dengar pendapat di DPRD Palu membahsa harga cabai yang melonjak harganya di pasaran, Jumat (3/3). (Foto: zainudin Jacub)

PALU – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu menuding ulah pedagang menjadi penyebab  mahalnya harga cabai di Kota Palu .

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu Imran kepada Anggota DPRD Palu saat rapat dengar pendapat di ruang Komisi B DPRD Kota Palu Jumat (3/3).

RDP ini dipimpin Anggota Komisi B Drs H Alimuddin Ali Baud an dihadiri oleh beberapa anggota DPRD seperti Ridwan Alimuda, Efendy dan Muhammad Rum.

Dalam penjelasannya kepada Anggota dewan Imran mengatakan,  ulah pedagang yang suka memainkan harga menjadi penyebab mahalnya cabai. “Hanya di Pasar Manonda harga cabai mencapai Rp100 ribu perkilo,” ujarnya.

- Periklanan -

Sementara di Pasar Vinase Tawaeli harga cabai kata dia hanya Rp40 ribu perkilo dan di Pasar Petobo Rp60 ribu. “Kami tidak bisa berbuat banyak untuk menekan para pedagang  supaya mau menurunkan harga,” katanya.

Menanggapi pernyataan Dina situ, Anggota Komisi B RIdwan Alimuda mengatakan, bahwa informasi yang disampaikan Dinas tidak sinkron dengan apa yang didapat dewan di lapangan. “Dari mana dinas mendapat info pedagang memainkan harga,” ujar Ridwnan Alimuda. Seharusnya kata dia jika stok cabai banyak maka harganya akan turun.

Sementara Anggota Komisi B Alimuddin Ali Bau dan Efendy mempertanyakan suplai tertinggi cabai itu berasal dari mana. Mereka mempertanyakian ini  untuk  mengetahui berapa stok cabai yang ada di Palu dan berapa yang diantarpulaukan.

Dari keterangan pihak Dinas cabai di Palu berasal dari Sigi kemudian ada yang berasal dari Parigi Moutong kemudian diantarkan pulau ke Balikpapan. Sebagian juga ada yang dibawa ke Makassar.

Di akhir RDP Muhammad Rum mendorong supaya digelar hearing gabungan. “Stok ada tapi harga melambung. Kalau harga di Palu belum stabil maka cabai yang ada di Palu di larang dulu di jual ke luar kota,” kata Rum.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.