Dishub Tertibkan Angkot di Terminal Mamboro

- Periklanan -

PALU – Penertiban trayek jalur angkutan kota (angkot) di terminal Mamboro, Rabu (28/2) kemarin, diwarnai sedikit adu mulut karena adanya misskomunikasi sesama oknum sopir. Hal ini diduga karena masih ada beberapa oknum sopir yang belum memahami aturan menurunkan dan mengangkut penumpang di terminal  tersebut.

Kadishub Kota Palu Setyo Susanto memberikan arahan kepada sopir di Terminal Mamboro, Kamis (28/2). (Foto: Taswin)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Setyo Susanto didampingi Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kota Palu Muhammad Daniel, turun langsung untuk menertibkan angkot yang berada di terminal Mamboro. Demikian itu dilakukan karena masih adanya oknum sopir yang belum mempunyai trayek dan masih acuh tak acuh dengan trayek yang sudah ditentukan oleh Dishub Kota Palu.

“Namanya ini kan masih proses penataan, pasti ada yang miss. Karena inilah permasalahan dari sopir kadang juga masih bertindak sesuai pemikiranya masing-masing, tapi inilah proses. Syukur mereka sekarang sudah mulai berbagi tapi yang namanya masalah pasti ada,”  tuturnya.

- Periklanan -

Lanjut Setyo, sebenarnya para sopir sudah paham dengan aturan ini. Cuma kadang ada juga yang keras kepala. Oleh karenanya, menurut Setyo, kuncinya ada di kepala terminal, jangan sampai ada diskriminasi atau memihak dan semuanya harus ditegasi. “Ibaratnya itu seperti wasit, mana yang melakukan pelanggaran, tahan. Sebab kamu yang mengatur. Tapi apabila kamu berpihak, maka pasti ada yang komplain,” lanjutnya.

Sementara Muhammad Daniel menambahkan, dirinya akan terus berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait untuk memfungsikan terminal Mamboro sebagaimana mestinya. Karena di dalam terminal tersebut bukan hanya ada sopir angkot dan petugas Dishub, melainkan ada juga pedagang. “Syukurlah sekarang terminal sudah mulai ramai dan hal ini juga nantinya akan berdampak ke pedagang-pedagang yang berjualan di sini,” tandasnya.

Pantaun koran ini, terlihat banyak angkot yang parkir di terminal sambil menunggu giliran untuk mengangkut penumpang. Ada juga tukang ojek yang mangkal.

Agus, salah seorang sopir yang magkal di terminal Mamboro mengatakan, mengalami penurunan omset semenjak ditertibkannya jalur trayek ini. Dirinya berpesan agar dinas-dinas yang terkait untuk lebih tegas dalam penertiban trayek ini, karena masih banyaknya angkot yang lolos dari pantauan penertiban tersebut. “Yah kalau memang aturanya seperti ini, mungkin bisa diperketat lagi seperti jadwal yang awalnya hanya sampai jam 4, bisa ditambah sampai jam 6. Karena kita khawatir kalau sudah jam 4 sudah banyak lagi angkutan yang masuk di jalur kita,” ungkapnya. (cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.